Ribuan Warga Mengungsi Akibat Peningkatan Aktivitas Gunung Burni Telong
Ribuan warga yang tinggal di kaki gunung api Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah, mulai melakukan evakuasi setelah status aktivitas gunung ditingkatkan menjadi Level III (Siaga) sejak Selasa (30/12/2025). Evakuasi ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap potensi bahaya dari aktivitas vulkanik yang meningkat.
Hingga Sabtu (3/1/2026), sebanyak 1.659 jiwa atau 538 Kepala Keluarga (KK) telah menempati posko pengungsian utama di Kampus Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Kampung Mekar Ayu, Kecamatan Timang Gajah. Proses evakuasi ini dipicu oleh peningkatan aktivitas gempa vulkanik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Prioritas Kelompok Rentan
Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Bencana Bener Meriah, Ilham Abdi, menyatakan bahwa penanganan saat ini difokuskan pada kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus. Berdasarkan data terbaru, jumlah warga rentan yang terdapat di posko adalah sebagai berikut:
- 123 Lanjut Usia (Lansia)
- 103 Balita
- 53 Bayi
- 7 Ibu Hamil
"Prioritas utama kami di posko adalah memastikan kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lansia mendapatkan perawatan yang layak," ujar Ilham kepada nurulamin.pro, Sabtu (3/1/2026).

Dinamika dan Kondisi Pengungsian
Proses evakuasi ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas gempa vulkanik. Sebelumnya, jumlah warga di posko sempat melonjak hingga 2.500 jiwa akibat kepanikan warga dari desa-desa di luar zona bahaya.
"Kemarin sempat terjadi lonjakan karena warga berbondong-bondong mengungsi akibat panik. Namun, seiring melandainya aktivitas kegempaan, warga dari desa yang tidak masuk instruksi evakuasi telah kembali ke rumah masing-masing," jelas Ilham.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah tetap menyiagakan sejumlah titik zona aman untuk mengantisipasi mobilisasi massa sewaktu-waktu jika aktivitas vulkanik kembali meningkat.
Fokus Kesehatan dan Cuaca Ekstrem
Mengingat suhu udara yang dingin di lokasi pengungsian, terutama pada malam hari, ketersediaan logistik kesehatan menjadi krusial. "Udara di sini sangat dingin. Fokus kami adalah memastikan bayi dan lansia mendapatkan selimut yang cukup serta asupan nutrisi yang memadai agar kondisi fisik mereka tidak menurun," tambah Ilham.
Pengamanan dan Sinergi TNI
Di lokasi yang sama, personel Koramil 03 Timang Gajah jajaran Kodim 0119/BM turut disiagakan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan warga. Danramil 03 Timang Gajah, Kapten Inf Takdir Anur, menyebutkan bahwa kehadiran TNI bertujuan untuk membantu koordinasi kebutuhan logistik di lapangan.
"Personel kami terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Ini adalah bentuk komitmen TNI dalam melindungi masyarakat, baik dalam kondisi aman maupun siaga bencana," tegas Kapten Inf Takdir.
Imbauan dari Pihak Berwenang
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak termakan isu hoaks dan tetap tenang. Mereka juga meminta warga untuk selalu memantau informasi resmi dari posko kebencanaan atau pihak berwenang terkait perkembangan aktivitas Gunung Burni Telong.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar