Gunungkidul Rayakan WBTB dengan Lautan Bakmi dan 2.025 Porsi Gratis

Gunungkidul Rayakan WBTB dengan Lautan Bakmi dan 2.025 Porsi Gratis

Bakmi Jawa Gunungkidul Terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Bakmi Jawa asal Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu kuliner yang sangat diminati oleh wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Mie yang bercampur dengan suwiran ayam kampung dan telur bebek, dimasak di atas tungku tanah liat (anglo) dan api arang, memiliki rasa yang khas dan unik. Kuliner ini tidak hanya menjadi favorit masyarakat lokal, tetapi juga menjadi buruan para pengunjung yang ingin mencicipi kelezatan khas daerah.

Kehadiran bakmi jawa yang begitu kondang memicu langkah Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk mendaftarkan kuliner tersebut ke Kementerian Kebudayaan RI. Hasilnya, bakmi jawa bersama satu kuliner dan satu tradisi dari Bumi Handayani berhasil tercatat dalam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) tingkat nasional. Selain bakmi jawa, dua WBTB lain yang ditetapkan adalah Tradisi Nyumbang serta Apem Contong.

Perayaan Penetapan WBTB

Untuk merayakan penetapan bakmi jawa sebagai WBTB, Pemkab Gunungkidul menyelenggarakan acara syukuran yang berjudul "Gebyar Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Gunungkidul Lautan Bakmi Tahun 2025". Acara ini berlangsung meriah di Taman Budaya Kabupaten Gunungkidul pada malam hari tanggal 11 Desember.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih hadir membuka acara tersebut. Ia menyampaikan bahwa penetapan ini akan meningkatkan reputasi Gunungkidul sebagai pusat budaya dan pariwisata. "Bagi masyarakat, belum lengkap atau mantap jika berkunjung ke Gunungkidul tanpa mencicipi Bakmi Jawa asli," ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Chairul Agus Mantara, menjelaskan bahwa upaya pengajuan bakmi jawa ke panggung WBTB telah dimulai sejak empat tahun lalu. Studi mengenai Bakmi Jawa sebagai WBTB dilakukan sejak tahun 2021, dan akhirnya membuahkan hasil dengan penetapan pada akhir tahun 2025.

Langkah ini dianggap penting agar olahan boga asli dari Gunungkidul tidak diklaim oleh wilayah lain yang juga memiliki kuliner serupa.

Pembagian 2.025 Porsi Bakmi Gratis

Pada acara tersebut, sebanyak 2.025 porsi bakmi jawa disiapkan secara gratis. Selain bakmi godok (rebus) dan goreng, panitia juga menyiapkan hampir 1.000 porsi cadangan. Totalnya, sekitar 3.000 piring bakmi disediakan untuk para pengunjung.

Antusiasme warga Gunungkidul terhadap acara ini sangat besar. Antrean panjang terlihat di lokasi acara. Para penjual bakmi, warga masyarakat, dan pejabat berbaur menjadi satu di Taman Budaya Kabupaten Gunungkidul.

Di dunia maya, antusiasme warga juga terlihat melalui komentar-komentar yang diberikan. Beberapa warga meminta agar acara ini digelar antara Natal dan Tahun Baru, sehingga warga yang menjadi perantau bisa ikut merayakan. Ada juga yang meminta Bupati Endah menjadikan acara ini sebagai agenda tahunan.

Harapan untuk Ekonomi dan Budaya

Penetapan bakmi jawa sebagai WBTB diharapkan dapat menjadi penopang ekonomi bagi masyarakat, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selain itu, acara ini juga menjadi sarana untuk mewujudkan cita-cita Gunungkidul menuju industri kebudayaan yang lebih maju.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan