
Prestasi Guru OKU Timur di Ajang Internasional
Para guru yang sedang menempuh studi Magister Teknologi Pendidikan dan Magister Pendidikan Fisika Universitas Sriwijaya (UNSRI) Kelas Khusus OKU Timur berhasil membawa prestasi bertaraf dunia dari ajang International Emerging Trends in Education Colloquium and Poster Competition (ITECC) yang diselenggarakan di Universitas Teknologi Malaysia (UTM). Mereka tidak hanya mengharumkan nama OKU Timur, tetapi juga menunjukkan bahwa inovasi pendidikan dari daerah mampu bersaing dengan karya-karya global.
Deretan medali platinum, emas, perak, hingga perunggu menegaskan kualitas penelitian dan kreativitas guru-guru ini di panggung internasional. Karya yang mereka bawa bukan sekadar produk akademik, tetapi solusi nyata yang menghubungkan teknologi, budaya, serta isu ketahanan pangan nasional.
Inovasi yang Dipamerkan
Beberapa inovasi yang dipamerkan antara lain:
- Game berbasis STEAM untuk proses pembuatan Mocaf (Modified Cassava Flour), menjadikan sains sebagai alat untuk memahami ketahanan pangan sekaligus memberdayakan kearifan lokal.
- Media pembelajaran berbasis komik permainan tradisional, memadukan warisan budaya dengan tampilan digital yang ramah generasi muda.
- Multimedia interaktif untuk pembelajaran yang lebih hidup, menciptakan kelas yang dinamis dan memancing rasa ingin tahu siswa.
- Media ajar berbasis game multimedia dengan Bot AI, menghadirkan pengalaman belajar yang personal dan menantang.
Setiap karya memperlihatkan bagaimana teknologi dapat menjadi jembatan yang memperkaya proses belajar mengajar, sekaligus menampilkan identitas lokal OKU Timur.
Tanggapan Para Peraih Medali
Taufiq Sutanto, S.Pd., salah satu peraih medali Platinum, menegaskan bahwa inovasi mereka bukan sekadar untuk perlombaan. "Inovasi kami tentang Mocaf adalah bukti bahwa sains di sekolah dapat berkontribusi langsung pada isu nasional seperti kemandirian pangan. Penghargaan ini memicu kami untuk terus berinovasi dalam pembelajaran berbasis STEAM," ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Lalu perwakilan Teknologi Pendidikan, Didik Kurniawan, S.Pd., peraih Medali Perak, menekankan betapa pentingnya peningkatan kompetensi guru. "Kami berharap apa yang kami raih bisa menginspirasi guru lainnya. Lewat program magister ini, kami mendapat bekal untuk membawa metode pengajaran modern seperti game dan AI ke sekolah-sekolah di OKU Timur," ucapnya.
Apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan OKU Timur, Wakimin, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa bangganya atas raihan prestisius ini. "Rasa bangga tiada hingga kami rasakan. Ini bukti nyata bahwa guru-guru OKU Timur memiliki kompetensi mumpuni dan mampu bersaing di tingkat global," ujarnya.
Beliau juga memberikan apresiasi khusus kepada Universitas Sriwijaya yang membuka kelas khusus sehingga para guru dapat melanjutkan studi tanpa meninggalkan tugas mengajar. Tak lupa, Wakimin mengucapkan terima kasih kepada Bupati OKU Timur, Lanosin, S.T., M.M., yang telah memberikan fasilitas dan kebijakan untuk mendorong guru-guru melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 sebuah kebijakan yang kini membuahkan hasil hingga panggung dunia.
Ia juga menyampaikan, bahwa raihan medali internasional ini bukan hanya catatan kemenangan, tetapi juga sinyal kuat bahwa kualitas guru daerah bisa menjadi motor penggerak transformasi pendidikan. "Guru-guru OKU Timur telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya pengajar, tetapi inovator yang mampu mengubah wajah pendidikan Indonesia dari daerah menuju pentas dunia," pungkasnya.
Deretan Peraih Medali
A. Program Magister Pendidikan Fisika
Peraih Medali Platinum & Emas
Medali Platinum:
Tri Dharma Pratiwi, S.Pd.
Taufiq Sutanto, S.Pd.
Illiyin Ethika Anhar, S.Pd.
Ayu Tiara Arqharana, S.Pd.
Medali Emas:
Gede Mudhita, S.Pd.
Nita Arum Sari, S.Pd.
B. Program Magister Teknologi Pendidikan
Peraih Medali Emas, Perak, dan Perunggu
Medali Emas:
Sartika, S.Pd.
Septi Violita, S.Pd.
Medali Perak:
Didik Kurniawan, S.Pd.
Anita Purnawanti, S.Pd.
* Dwi Purwati, S.Pd.
Medali Perunggu:
* Amri Junanto, S.Pd.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar