
Tantangan dan Kekhawatiran Terkait Rencana Sistem Sekolah Enam Hari di Jawa Tengah
Respons dari Guru di Kabupaten Pati
Wacana pemerintah provinsi Jawa Tengah mengenai kembali diterapkannya sistem sekolah enam hari menimbulkan berbagai tanggapan. Di Kabupaten Pati, banyak guru menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap rencana tersebut. Mereka merasa bahwa kebijakan ini bisa meningkatkan beban kerja serta mengurangi efektivitas proses belajar mengajar.
Seorang guru di salah satu SMA negeri di Pati mengungkapkan bahwa sistem lima hari sekolah selama ini sudah cukup ideal. Ia menilai bahwa penerapan enam hari sekolah justru akan mempersempit waktu istirahat bagi guru maupun siswa.
Kalau kembali ke 6 hari sekolah, bebannya berat, Mas. Waktu kami makin sempit, tugas menumpuk, dan istirahat berkurang, ujar guru yang tidak mau disebutkan namanya, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, sistem lima hari mengajar membuat guru lebih bisa menata waktu, baik untuk keluarga maupun pengembangan diri di luar lingkungan sekolah. Dengan 5 hari mengajar, guru masih memiliki waktu di akhir pekan untuk quality time, mengurangi biaya BBM, dan memaksimalkan istirahat agar lebih fokus saat mengajar.
Dampak pada Siswa
Guru tersebut juga menyoroti dampak kebijakan ini terhadap siswa. Sebagai orang tua dari anak sekolah, ia melihat bahwa libur dua hari memberi ruang bagi anak untuk beristirahat sekaligus belajar bersama keluarga.
Belajar itu tidak hanya di sekolah. Dengan 2 hari libur, orang tua bisa ikut membimbing. Kalau hanya libur Minggu, anak cepat lelah dan waktu kebersamaan keluarga berkurang, tuturnya.
Belum Ada Keputusan Final
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, Deyas Yani Rahmawan, menegaskan bahwa penerapan kebijakan enam hari sekolah belum diputuskan. Saat ini pihaknya masih melakukan kajian bersama Pemprov Jateng.
Penerapan kebijakan 6 hari sekolah masih dalam kajian, Mas. Kami belum bisa memberikan jawaban yang valid, kata Deyas singkat.
Hingga kini, sekolah jenjang SMA dan SMK negeri di wilayah Pati, Kudus, dan Rembang masih menerapkan sistem lima hari sesuai regulasi yang berlaku. Namun jika hasil kajian Pemprov Jateng menyetujui perubahan, seluruh jenjang pendidikan di provinsi ini harus kembali menyesuaikan jadwal.
Pertimbangan yang Harus Diperhatikan
Beberapa hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam kebijakan ini antara lain:
- Efisiensi waktu: Sistem enam hari mungkin akan memperpendek masa libur, tetapi bisa meningkatkan jam belajar.
- Kesehatan mental: Libur yang lebih panjang dapat membantu siswa dan guru dalam menjaga kesehatan mental.
- Keterlibatan orang tua: Dengan libur yang cukup, orang tua dapat lebih aktif dalam mendampingi anak-anaknya belajar.
Dalam konteks pendidikan, setiap kebijakan yang dikeluarkan harus diimbangi dengan pertimbangan yang matang agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap peserta didik maupun tenaga pendidik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar