
Masalah Data Guru di SMKN Talibura, Kabupaten Sikka
Sebanyak 15 guru di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Talibura, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku kecewa terhadap penginputan data di sistem Dapodik. Mereka merasa tidak adil karena penginputan data tidak sesuai dengan SK pembagian tugas mengajar yang telah ditetapkan.
Penginputan Data Tidak Sesuai dengan SK Pembagian Tugas
Para guru tersebut mengajar antara 24 hingga 30 jam per minggu sesuai dengan SK pembagian tugas mengajar. Namun, data mereka tidak valid di Informasi Data Guru Dan Tenaga Kependidikan (info GTK). Hal ini memicu rasa tidak puas karena ada guru honorer yang tidak mengajar sama sekali tetapi data mereka justru tercatat sebagai memiliki 24 jam mengajar dan sudah terbit Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP).
- Para guru merasa sangat aneh karena guru honorer yang tidak mengajar tetapi mendapatkan SKTP sementara guru PNS dan P3K yang mengajar lebih dari 24 jam tidak valid di info GTK.
- Mereka juga menyampaikan bahwa penginputan data oleh operator sekolah dilakukan secara tidak sesuai dengan realitas yang ada.
Upaya Koordinasi dengan Pihak Terkait
Guru-guru yang data informasinya tidak valid telah berulang kali berkoordinasi dengan kepala sekolah dan Pengawas Pembina. Namun, hasilnya tetap tidak memuaskan. Mereka juga mencoba melaporkan masalah ini kepada Kabid GTK di Dinas Pendidikan Provinsi NTT, namun hanya diminta untuk membuat surat pengaduan yang dikirimkan kembali ke bidang GTK.
- Guru-guru ini juga telah meminta bantuan kepada Koordinator Operator SMA-SMK di Kabupaten Sikka, tetapi belum ada hasil yang signifikan.
- Akibat dari data yang tidak valid, 15 guru ini tidak menerima tunjangan yang seharusnya menjadi hak mereka.
Peraturan yang Harus Dipatuhi
Validasi info GTK tahun 2025 berdasarkan Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2025 dan Peraturan Kemendikbud Nomor 1 Tahun 2025. Dalam aturan ini, data Dapodik harus sesuai dengan beban mengajar minimal 24 jam dan Tugas Tambahan aktif berdasarkan SK dari Kepala Sekolah.
- Meskipun aturan ini jelas, guru-guru tidak bisa melakukan apa-apa jika operator sekolah menginput data secara asal-asalan.
- Mereka hanya bisa berharap Dinas Pendidikan Provinsi NTT memperhatikan kondisi yang dialami oleh 15 guru di SMKN Talibura, Kabupaten Sikka.
Kepala Sekolah Belum Merespons
Sementara itu, Kepala SMKN Talibura sudah dihubungi berulang kali, tetapi hingga saat ini belum ada respon. Hal ini menambah rasa kekecewaan para guru yang merasa diperlakukan tidak adil.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar