
Penyaluran BLTS di Tiga Provinsi Terdampak Bencana Capai 80 Persen
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) melalui PT Pos Indonesia untuk tiga provinsi yang terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), telah mencapai lebih dari 80 persen. Dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (31/12), ia menjelaskan bahwa data penyaluran di Provinsi Aceh hingga saat ini sudah mencapai 88 persen.
Meski begitu, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam proses penyaluran BLTS. Misalnya, masalah jaringan internet yang tidak stabil serta ketersediaan listrik yang belum sepenuhnya stabil. Selain itu, akses menuju beberapa kabupaten/kota juga masih terbatas.
Realisasi BLTS di Aceh
Gus Ipul mengungkapkan bahwa total realisasi BLTS yang disalurkan di Aceh hingga sore hari ini sebesar 206.495 keluarga penerima manfaat (KPM). Jumlah BLTS yang diberikan kepada masing-masing KPM yang telah diverifikasi di seluruh Indonesia sebesar Rp300 ribu per bulan untuk tiga bulan atau total Rp900 ribu.
Menurut informasi yang diperoleh dari PT Pos Indonesia, ada tiga kantor pos yang belum bisa beroperasi di Aceh Tamiang. Namun, meskipun ada kendala-kendala tersebut, BLTS tetap diupayakan dapat tersalurkan kepada seluruh KPM. Selain melalui PT Pos, penyaluran BLTS juga dilakukan melalui bank Himbara, dan bagi penerima yang merupakan lansia atau penyandang disabilitas, bantuan akan diantar langsung ke rumah.
Penyaluran BLTS di Sumatera Utara dan Sumatera Barat
Sementara itu, untuk Provinsi Sumatera Utara, BLTS yang sudah tersalurkan mencapai 81,84 persen dengan realisasi sebanyak 464.771 KPM per sore hari ini. Sedangkan untuk Sumatera Barat, penyaluran BLTS telah mencapai 83,99 persen dengan realisasi sebanyak 225.601 KPM yang telah mendapatkan bantuan tersebut.
Gus Ipul menegaskan bahwa pihaknya terus berjuang agar BLTS dapat diterima oleh mereka yang berhak. Proses penyaluran BLTS terus berjalan meskipun ada tantangan yang muncul di lapangan.
Peran BLTS dalam Peningkatan Daya Dorong Ekonomi
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa peningkatan daya dorong ekonomi di Indonesia telah ditopang oleh penyaluran BLTS sejahtera senilai Rp31 triliun. Hingga saat ini, kata dia lagi, penyerapan bantuan tersebut telah melampaui Rp29 triliun dan sisanya masih dalam proses penyaluran ke masyarakat.
Purbaya menambahkan bahwa sampai sekarang sudah mencapai Rp29 triliun lebih, sehingga tinggal sedikit lagi yang harus disalurkan ke masyarakat. Ia berharap, pada triwulan keempat bulan Desember ini, daya dorong ekonomi akan lebih baik dibanding tahun lalu.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar