Gus Miftah Bantu Korban Banjir Sumatera dengan Dana Pribadi Rp 1 Miliar, Kini Ajak Influencer

Gus Miftah Bantu Korban Banjir Sumatera dengan Dana Pribadi Rp 1 Miliar, Kini Ajak Influencer

Gus Miftah Siapkan Dana Pribadi Rp1 Miliar untuk Bantuan Korban Banjir di Aceh dan Sumatera

Gus Miftah, tokoh agama yang dikenal peduli terhadap masyarakat, telah mengambil langkah cepat dalam menangani bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera Barat. Ia tidak hanya memberikan bantuan secara pribadi, tetapi juga mengajak para selebritas dan influencer ternama untuk turut serta dalam upaya kemanusiaan ini.

Dalam wawancara yang dilakukan di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (1/12/2025), Gus Miftah menjelaskan rencana perjalanan yang padat. Meskipun jadwalnya sibuk, ia memastikan bahwa misi membantu korban bencana tidak akan terganggu. "Besok Rabu saya masih ada kegiatan di Lampung. Rabu sore kembali ke Jakarta," ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak akan menghalangi tujuannya untuk berangkat ke Aceh pada Kamis pagi dan Padang pada Senin.

Kunjungan ke Aceh dan Ajakan untuk Selebritas

Kunjungan ke Aceh bukan sekadar formalitas. Permintaan langsung dari warga setempat menjadi alasan utamanya. "Teman-teman di Aceh minta saya datang sekalian. Maka saya menyempatkan waktu untuk berangkat ke sana," ujar Gus Miftah. Ia menyadari bahwa dampak bencana ini sangat besar, sehingga butuh lebih dari sekadar upaya dirinya sendiri. Ia pun berencana membangun gerakan kemanusian yang lebih masif dengan melibatkan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh luas.

Ia menyebutkan beberapa nama yang akan segera dihubungi, seperti Atta Halilintar, Ria Ricis, Juragan 99 Mas Gilang, dan Deddy Corbuzier. "Setelah ini saya akan kontak mereka untuk bergabung dalam rombongan bantuan berikutnya," tambahnya. Ajakan ini bukan tanpa alasan. Ia menekankan pentingnya solidaritas total dari semua elemen masyarakat. "Kita butuh kepedulian semua pihak. Musibah ini begitu besar," katanya.

Strategi Bantuan yang Cepat dan Tepat Sasaran

Untuk wilayah Padang, tim Gus Miftah sudah bergerak lebih awal. Mereka menjalin komunikasi intensif dengan relawan di lokasi, termasuk presenter Ricky Komo. Fokus utama tim adalah memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar efisien. Gus Miftah menjelaskan strategi mereka membeli kebutuhan bantuan langsung di kota terdampak dan menghindari pengiriman uang saja.

"Saya butuh kawan untuk membelanjakan kebutuhan di Padang, kemudian dibawa ke daerah terdampak. Mengirim uang saja tidak cukup," jelasnya. Dengan pendekatan ini, bantuan bisa langsung sampai ke tangan yang membutuhkan.

Dana Bantuan Pribadi Sebesar Rp1 Miliar

Dalam wawancara tersebut, Gus Miftah mengungkapkan komitmen finansialnya yang signifikan. Ia telah menggelontorkan dana bantuan sebesar Rp1 miliar, dibagi rata untuk dua wilayah tersebut, yaitu Rp500 juta untuk Aceh dan Rp500 juta untuk Padang. "Hari ini donasi untuk Aceh sebesar 500 juta. Besok dikirim ke lokasi bencana. Dan selanjutnya saya siapkan 500 juta untuk Padang. Total 1 miliar," jelasnya rinci.

Setelah berdiskusi dengan relawan di lapangan, ia memastikan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah logistik dasar. "Yang paling dibutuhkan itu sembako. Mereka beli beberapa ton beras hari ini. Besok ditambah mi instan dan kebutuhan penting lainnya," katanya. Ia juga menegaskan bahwa dana tersebut murni merupakan inisiatif pribadi, tanpa melibatkan penggalangan dana dari publik.

Sekilas Tragedi Kemanusiaan di Sumatera

Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh dan Sumatera Barat telah menciptakan krisis kemanusiaan yang parah. Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban jiwa akibat bencana ini di seluruh Sumatera (termasuk Sumut) kini telah mencapai 442 orang, dengan 402 orang lainnya masih dalam pencarian.

Selain korban jiwa, ribuan rumah dilaporkan rusak, desa-desa terisolasi, dan akses vital seperti jalur utama Padang Bukittinggi terputus total. Di Aceh, masalah komunikasi menjadi tantangan besar. Untuk mengatasinya, Polri telah sigap memasang perangkat Starlink agar korban dapat menghubungi keluarga mereka.

Skala kerusakan juga berdampak pada ekonomi dan infrastruktur. Di Padang saja, nilai awal kerugian infrastruktur ditaksir telah melampaui Rp200 miliar, menunjukkan betapa luasnya dampak yang ditimbulkan oleh bencana alam kali ini.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan