HA, Pelaku Pembunuhan Anak Haji Maman di Cilegon Ditangkap Tanpa Perlawanan

Penangkapan Pelaku Pembunuhan Bocah 9 Tahun di Kota Cilegon

Tim gabungan dari Polres Cilegon dan Polda Banten berhasil menangkap pelaku pembunuhan bocah berusia 9 tahun yang dikenal dengan inisial MAHM, anak dari Haji Maman. Penangkapan tersebut dilakukan di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, Banten, pada Jumat (2/1/2026).

Pelaku yang dikenal dengan inisial HA ditangkap tanpa perlawanan. Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan mengonfirmasi bahwa penangkapan terjadi sebelum waktu shalat Maghrib. Ia menyatakan bahwa pelaku saat ini sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.

Selain itu, diketahui bahwa pelaku merupakan salah satu karyawan dari perusahaan ternama yang beroperasi di wilayah Kota Cilegon. Informasi tentang penangkapan pelaku juga viral setelah dibagikan oleh Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama melalui status WhatsApp. Dalam foto tersebut, pelaku tampak duduk di lantai dengan tangan terborgol menggunakan tali ties, sementara beberapa petinggi kepolisian seperti Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten Kombes Pol Dian Setyawan juga terlihat berfoto bersama.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan data yang dikumpulkan, kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB ketika ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya, D, yang meminta pertolongan. Saat itu, D berada di rumah bersama korban. Mendengar kabar tersebut, H. Maman langsung meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan untuk menuju rumah.

Setibanya di lokasi, ia menemukan kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah. Korban kemudian dibawa ke RS Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di berbagai bagian tubuhnya. Pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian sekitar pukul 15.00 WIB. Tak lama kemudian, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi.

Hasil Autopsi

Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan menyampaikan bahwa ada 22 luka di tubuh bocah berusia 9 tahun yang ditemukan di rumah mewah di kawasan Kota Cilegon. Dari total luka tersebut, 19 di antaranya diduga akibat benda tajam. Sigit menjelaskan bahwa hingga saat ini belum dapat dipastikan jenis benda tajam yang digunakan karena barang bukti masih belum ditemukan.

Selain itu, tiga luka lainnya diduga berasal dari benda tumpul. Meskipun posisi luka tidak di bagian vital, namun letaknya cukup berbahaya, yaitu di leher dan dada. Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari kedokteran untuk kepastian jumlah lukanya.

Tangisan Keluarga Korban

Mantan Sekretaris DPC PPP Kota Cilegon, Maman Suherman, terisak menangis setelah mengetahui putra bungsunya yang masih duduk di bangku SD itu tewas diduga menjadi korban pembunuhan disertai perampokan. Tragedi ini terjadi di kediamannya di perumahan mewah Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, Banten, pada Selasa (16/12/2025) siang.

Saat kejadian, Haji Maman sedang berada di kantor dan mendapatkan telepon darurat dari anak keduanya. Mendapat kabar tersebut, Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah. Pantauan TribunBanten.com di lokasi kejadian sekitar pukul 20.30 WIB menunjukkan bahwa aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan di rumah korban.

Dari video yang beredar, Maman Suherman yang mengenakan baju lengan pendek berwarna putih menangis terseduh-seduh ditenangkan kerabatnya. Saat itu, puluhan warga setempat serta keluarga korban hadir di rumah duka. Ada juga seorang perempuan yang sampai jatuh pingsan saat baru tiba di rumah duka.

Kematian anaknya yang berinisial MAHM yang masih berusia 9 tahun secara tragis menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB, saat ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya, D (8), yang berteriak meminta pertolongan. D diketahui berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung.

Lurah Ciwaduk, Nurul Hadiyati, membenarkan informasi tersebut. "Ia betul (ada pembunuhan,-red), cuma saya belum bisa kasih statement banyak. Kita nunggu informasi dari pihak kepolisian dulu yah," ungkapnya.

Hingga saat ini, jenazah korban masih berada di RS Bethsaida, Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon, untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini kini ditangani oleh aparat kepolisian Polres Cilegon guna memastikan penyebab kejadian serta mengungkap pelaku yang bertanggung jawab.

"Seluruh informasi dan petunjuk yang ada sedang kami dalami untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian,” kata Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, kepada wartawan, Selasa malam.

Polisi masih memastikan bahwa kasus dugaan pembunuhan tersebut masih dalam tahap penyelidikan intensif. Motif maupun terduga pelaku belum diungkap, dan masih mendalami seluruh fakta serta alat bukti yang ditemukan di lapangan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan