
Perayaan Hari Amal Bhakti ke-80 di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah
Suasana khidmat menyelimuti Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu pagi, 3 Januari 2026. Acara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 berlangsung dengan penuh makna dan semangat untuk memperkuat komitmen lembaga dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Kepala Kanwil Kemenag Jateng DR Saiful Mujab MAg menjelaskan bahwa peringatan tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk memperkuat visi "Kementerian Agama yang Berdampak". Ia menekankan bahwa perayaan HAB ke-80 telah dimulai sejak "kick-off" pada 7 Desember lalu, dengan berbagai kegiatan internal seperti senam bersama dan lomba-lomba penyegaran di lingkungan Kemenag.
"Hari ini kita melaksanakan upacara yang dihadiri oleh berbagai ormas dan tokoh masyarakat. Namun, kemeriahan tidak berhenti di sini. Insyaallah, tanggal 5 Januari nanti kita akan menggelar Gerak Jalan Kerukunan yang melibatkan seluruh tokoh lintas agama dan karyawan, ditutup dengan acara Tafakur pada 7 Januari," ujar Saiful Mujab.
Dengan tema "Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai dan Maju", ia menekankan pentingnya peran agama sebagai solusi dalam kehidupan berbangsa. Hal ini selaras dengan pesan Menteri Agama agar setiap program kerja Kemenag memberikan dampak positif yang nyata.
"Kita ingin Sinergi membangun bangsa ini menjadi wujud nyata. Agama harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar identitas. Saya berterima kasih kepada masyarakat Jawa Tengah, tokoh agama, ormas, dan media yang terus mendukung kami," ungkapnya.
Mitigasi Konflik melalui Tabayyun
Menghadapi dinamika kehidupan beragama di Jawa Tengah yang saat ini sangat kondusif, Saiful Mujab berpesan agar kerukunan tersebut terus dijaga, terutama menjelang momen-momen besar keagamaan seperti bulan Ramadhan. Ia mendorong para tokoh agama untuk mengedepankan komunikasi dan tabayyun (klarifikasi) jika muncul isu-isu sensitif di masyarakat.
Beberapa langkah strategis yang dianjurkan antara lain:
- Kolaborasi: Bersinergi dengan pihak keamanan untuk deteksi dini.
- Komunikasi: Segera mencari titik temu jika ada gesekan antarumat.
- Digitalisasi: Memastikan dampak positif terasa di dunia nyata maupun dunia maya.
Fokus Strategis Kemenag Jateng
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil juga memaparkan fokus utama yang sedang dikawal, di antaranya:
- Peningkatan kerukunan umat beragama dan cinta kemanusiaan.
- Layanan Kemenag yang berdampak langsung pada masyarakat.
- Pemberdayaan ekonomi umat.
- Peningkatan kualitas Madrasah yang unggul dan berintegritas.
- Penguatan pendidikan Pondok Pesantren.
- Mewujudkan tata kelola lembaga berbasis digital.
"Kita membangun ini tidak bisa sendiri. Harus kolaborasi dengan seluruh komponen masyarakat agar kehidupan beragama di Jawa Tengah tetap aman, nyaman, dan harmonis,” pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar