Sejarah dan Makna Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025
Hari Antikorupsi Sedunia, atau yang dikenal sebagai Hakordia, merupakan peringatan penting yang diadakan setiap tahun pada tanggal 9 Desember. Tahun ini, peringatan Hakordia jatuh pada hari Selasa, 9 Desember 2025. Perayaan ini menjadi momen untuk memperkuat komitmen global dalam melawan praktik korupsi yang merusak pemerintahan, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat.
Peringatan Hakordia 2025 di Indonesia akan digelar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan berbagai kegiatan seperti seminar, kampanye publik, dan inisiatif kreatif lainnya. Acara utama akan diselenggarakan di Bangsal Kepatihan, Komplek Kepatihan Danurejan Yogyakarta, pada 9 Desember 2025. Acara ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi langkah-langkah pemberantasan korupsi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat dalam gerakan antikorupsi.
Sejarah Hakordia
Sejarah Hakordia bermula pada 31 Oktober 2003, ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) di Merida, Meksiko. Konvensi ini menjadi instrumen hukum internasional pertama yang secara komprehensif mengatur pencegahan dan pemberantasan korupsi. PBB kemudian menetapkan tanggal 9 Desember sebagai Hari Antikorupsi Sedunia untuk memperingati lahirnya UNCAC dan mendorong negara-negara anggota untuk menandatangani serta meratifikasinya.
Sejak saat itu, Hakordia diperingati setiap tahun di berbagai negara dengan tujuan membangun kesadaran kolektif, memperkuat integritas, serta mendorong kerja sama global dalam memerangi korupsi. Di Indonesia, Hakordia diperingati secara rutin oleh KPK bersama berbagai lembaga dan masyarakat. Setiap tahun, KPK mengusung tema berbeda yang relevan dengan kondisi bangsa, seperti kampanye integritas, kolaborasi masyarakat, hingga ajakan untuk menolak segala bentuk praktik koruptif.
Tema Hakordia 2025: “Satukan Aksi, Basmi Korupsi!”
Dalam rangka menyambut Hakordia 2025, KPK telah menentukan tema peringatan tahun ini. Adapun tema Hakordia 2025 adalah “Satukan Aksi, Basmi Korupsi!”. Tujuan KPK mengangkat tema ini adalah menjadi ruang bersatu, bergerak, dan merayakan semangat integrasi dalam melawan korupsi. Tema ini merepresentasikan semangat perlawanan terhadap korupsi serta aksi nyata kebersamaan masyarakat dalam memberantasnya.
Menurut KPK, tema ini menjadi pengingat bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi juga tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa. Dengan mengangkat tema ini, KPK ingin memperkuat partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas di berbagai sektor.
Logo Hakordia 2025: Simbol Partisipasi Publik

Selain tema, KPK juga merilis Logo Hakordia 2025. Sebagai bagian dari kampanye digital, KPK menyediakan link logo Hakordia 2025 resmi yang dapat digunakan masyarakat untuk menunjukkan dukungan melalui media sosial. Logo Hakordia 2025 resmi dari KPK bukan sekadar hiasan foto profil, melainkan simbol partisipasi publik dalam gerakan antikorupsi.
Logo Hakordia 2025 dapat diunduh melalui laman resmi kpk.go.id. Masyarakat dan satuan pendidikan dapat mengunduh atau mendownload logo Hakordia 2025 dan media publikasi lainnya, dengan klik link berikut: - Logo Hakordia 2025: [LINK DOWNLOAD]
Makna Logo Hakordia 2025
Logo resmi Hakordia 2025 dirancang dengan elemen-elemen visual yang sarat makna, mencerminkan semangat kolektif bangsa Indonesia dalam melawan praktik korupsi. Setiap detail dalam logo tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga menyampaikan pesan filosofis yang relevan dengan tema Hakordia tahun ini, yaitu “Satukan Aksi, Basmi Korupsi!”.
Beberapa elemen penting dalam logo antara lain:
- Simbol keberagaman masyarakat Indonesia: Bentuk-bentuk yang terintegrasi di dalam desain menggambarkan kekayaan budaya, suku, dan identitas bangsa. Keberagaman ini menjadi kekuatan utama yang menyatukan langkah seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dan berintegritas.
- Simbol kerja sama dan kolaborasi: Elemen visual yang saling terhubung melambangkan nilai gotong royong, keterlibatan pemerintah, dunia usaha, dan warga dalam satu gerakan bersama. Hal ini menegaskan bahwa pemberantasan korupsi hanya bisa berhasil jika dilakukan secara kolektif.
- Peta Indonesia di bagian tengah: Peta ini menjadi simbol persatuan bangsa, menegaskan bahwa semangat melawan korupsi berlaku di seluruh wilayah Indonesia, dari pusat hingga daerah, tanpa terkecuali.
- Warna merah: Penggunaan warna merah pada logogram memiliki arti energi, keberanian, dan tekad kuat bangsa Indonesia dalam menghadapi praktik korupsi. Warna ini juga mencerminkan gerakan aktif, semangat kolektif, serta dorongan untuk menciptakan perubahan nyata.
- Angka “25”: Angka ini menandai peringatan Hakordia tahun 2025. Angka ini menjadi pengingat momentum penting untuk memperkuat komitmen, memperluas gerakan antikorupsi, dan memastikan bahwa pesan Hakordia terus bergema di seluruh penjuru negeri.
Perpaduan elemen-elemen tersebut membuat logo Hakordia 2025 tidak hanya menjadi identitas visual, tetapi juga simbol perjuangan bangsa Indonesia dalam membangun budaya antikorupsi yang kokoh dan berkelanjutan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar