Hamilton pensiun? Pembalap Ferrari angkat bicara sebelum F1 Abu Dhabi


berita
- Meski menjalani musim yang sangat berat bersama tim Ferrari, Lewis Hamilton menegaskan bahwa ia belum mempertimbangkan untuk pensiun. Juara dunia Formula 1 tujuh kali ini menyatakan bahwa dirinya masih memiliki mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan.

Salah satu mimpi utamanya adalah memenangkan balapan dan gelar juara bersama Ferrari, tim yang paling bersejarah dalam sejarah F1.

Saya mendapatkan dukungan luar biasa dari orang-orang di sekitar saya, termasuk para penggemar. Itulah yang membuat saya terus menjaga mimpi tersebut. Saya masih memiliki mimpi yang saya pegang erat di hati, dan itulah yang saya kejar, ujar Hamilton dikutip dari Motorsport.

Sebelumnya, isu mengenai pensiun Hamilton muncul setelah performanya jauh dari harapan pada musim debutnya bersama Ferrari. Dari 24 seri yang telah digelar, pembalap berusia 40 tahun itu tidak sekali pun naik podium dan tertinggal hampir 100 poin dari rekan setimnya, Charles Leclerc. Satu-satunya hasil positif yang berhasil dicapainya adalah kemenangan sprint di Grand Prix Tiongkok.

Regulasi Baru Jadi Harapan

Juara dunia F1 2016 yang kini menjadi pundit Sky Sports, Nico Rosberg, menilai bahwa Hamilton saat ini sedang menghadapi situasi yang sangat sulit.

Situasinya benar-benar memilukan. Dia adalah pembalap terhebat sepanjang masa, dan melihat karier legendaris itu berakhir dengan cara seperti ini terasa tidak pantas. Pasti sangat menyakitkan baginya, kata Rosberg.

Meskipun begitu, Rosberg melihat bahwa mantan rekan satu tim sekaligus rivalnya di Mercedes itu masih memiliki peluang untuk bangkit musim depan. Hal ini disebabkan oleh perubahan regulasi besar pada 2026 yang akan memaksa seluruh tim untuk mengembangkan ulang aerodinamika hingga power unit mobil.

Regulasi baru itu adalah kuncinya. Itu harapan terbesar Hamilton saat ini. Semuanya seperti di-reset. Ferrari bisa saja langsung memiliki mobil pemenang, ungkap Rosberg.

Beberapa faktor lain juga turut memengaruhi harapan Hamilton untuk kembali bersinar. Salah satunya adalah kemungkinan adanya peningkatan kinerja Ferrari secara keseluruhan. Dengan regulasi baru yang akan diberlakukan, tim-tim besar seperti Ferrari dapat melakukan perbaikan signifikan dalam desain dan performa mobil mereka.

Selain itu, pengalaman dan ketekunan Hamilton sebagai pembalap yang sudah berpengalaman selama lebih dari satu dekade di F1 juga menjadi aspek penting. Ia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan teknis dan strategis yang terjadi di setiap musim.

Namun, tantangan tetap akan sangat besar. Performa Hamilton musim ini menunjukkan bahwa ia masih perlu banyak belajar dan beradaptasi dengan mobil baru serta gaya balap yang berbeda. Tapi, dengan dukungan dari tim dan penggemar, serta harapan terhadap regulasi baru, Hamilton tetap optimis akan bisa mencapai mimpi-mimpinya.

Kemungkinan besar, musim depan akan menjadi titik balik bagi karier Hamilton bersama Ferrari. Jika regulasi baru benar-benar memberikan kesempatan yang setara bagi semua tim, maka ada peluang besar bagi Hamilton untuk kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu pembalap terhebat sepanjang masa.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan