Pengalaman dan Perubahan Latihan Lewis Hamilton
Lewis Hamilton, pembalap F1 yang telah memenangkan tujuh gelar juara, merupakan salah satu atlet paling berpengalaman di grid. Dengan usia 40 tahun, ia menjadi pembalap tertua kedua setelah Fernando Alonso yang berusia 44 tahun. Selama bertahun-tahun, pendekatan Hamilton terhadap latihan telah mengalami perubahan signifikan.
"Saat masih muda, saya merasa latihan adalah terapi saya—dan masih seperti itu, terutama saat berlari. Di sanalah saya menyelesaikan sebagian besar pemikiran saya," ujarnya dalam wawancara dengan Men's Health saat ditanya bagaimana ia tetap kuat secara mental.
Selain berlari, Hamilton juga mulai mengadopsi metode-latihan baru. "Saya menambahkan hal-hal seperti yoga, latihan pernafasan. Latihan pernafasan mungkin adalah yang paling lama saya lakukan karena membutuhkan waktu. Kemudian, meditasi."
Ia juga menyebutkan bahwa berendam di air es sangat membantu. "Anda perlu belajar bernapas dan mengatasi pikiran ingin menyerah, ingin keluar. Hal-hal tersebut sangat membantu saya untuk tetap positif sepanjang tahun."
Salah satu hal yang paling penting bagi Hamilton adalah afirmasi positif. "Ketika Anda menyikat gigi atau memulai hari, ucapkan afirmasi positif tentang bagaimana hari Anda akan berjalan, apa tujuan Anda, bagaimana perasaan Anda, bagaimana Anda akan melakukan pendekatan terhadap pekerjaan atau bertemu orang-orang. Ketika Anda berbicara secara positif tentang diri Anda, tubuh Anda akan bereaksi terhadap hal tersebut."

Latihan Harian dan Perubahan Pendekatan
Hamilton menjelaskan perubahan yang telah ia terapkan selama kariernya yang panjang. "Ini telah bergeser, berkembang, dan berevolusi. Saya masih suka berlari. Saya berlari pagi ini. Saya berlari dengan jarak antara enam hingga delapan mil. Kemudian, berendam di air es. Namun sebelum semua itu, peregangan adalah hal pertama yang saya lakukan segera setelah saya bangun dari tempat tidur."
Di sore hari, ia mungkin melakukan sesi HIIT, tetapi tidak bisa melakukan terlalu banyak latihan beban karena khawatir menjadi terlalu berat. "Jadi kebanyakan adalah Pilates dan yoga."
Perpindahan ke Ferrari dan Tantangan Baru
Hamilton bergabung dengan Ferrari menjelang musim 2025 setelah 12 tahun bersama Mercedes, di mana ia meraih enam dari tujuh gelar juara. Meskipun tahun pertamanya di Maranello tidak memberikan hasil yang diharapkan, ia akan menantikan perubahan regulasi pada 2026 untuk berkumpul kembali dan fokus kembali.

Berita Terkini Formula 1
Formula 1 Tak Percaya Rencana 100 GP, Direktur Baru Alpine Buat Terobosan

Formula 1 Video: Aston Martin Nyalakan AMR26 untuk Pertama Kali
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar