Hanya di Jakarta? Penipuan Ongkos Pernikahan Terjadi Juga di Depok dan Surabaya

Hanya di Jakarta? Penipuan Ongkos Pernikahan Terjadi Juga di Depok dan Surabaya

Kasus Penipuan Wedding Organizer yang Menimpa Banyak Pasangan Calon Pengantin

Kasus penipuan yang dilakukan oleh seorang pemilik wedding organizer (WO) bernama Ayu Puspita kini menjadi perhatian publik. Berbagai laporan dari para korban menunjukkan bahwa aksi penipuan ini tidak hanya terjadi di satu tempat, tetapi menyebar ke berbagai wilayah. Sejumlah pasangan calon pengantin melaporkan bahwa mereka mengalami kerugian baik secara materi maupun nonmateri akibat tindakan WO tersebut.

Laporan dari 87 Orang Korban

Polres Metro Jakarta Utara menerima laporan dari sebanyak 87 orang korban yang merasa ditipu oleh WO milik Ayu Puspita. Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, mengonfirmasi hal ini. Ia menyatakan bahwa laporan-laporan tersebut berasal dari berbagai tempat, menunjukkan bahwa kasus ini cukup luas.

Tidak hanya di Jakarta, kasus serupa juga pernah terjadi di Kota Depok, Jawa Barat. Tahun 2024 lalu, puluhan calon pengantin di Depok ditipu oleh jasa WO hingga acara pernikahan mereka tidak berjalan sesuai rencana. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menyebutkan bahwa total kerugian mencapai miliaran rupiah. Beberapa korban bahkan mengalami kerugian hingga Rp2 miliar.

Pengalaman Pasangan di Surabaya

Di Surabaya, pasangan Ridho dan Rerey mengalami nasib serupa. Mereka disewa oleh WO yang diduga melakukan pembatalan sepihak dua hari sebelum acara pernikahan. WO tersebut sebelumnya menawarkan paket lengkap termasuk vendor fotografer, dekorator, catering, dan MUA. Namun, saat hari H tiba, semua pihak yang seharusnya hadir tidak datang.

Rerey menjelaskan bahwa undangan sudah disebar dan tanggal pernikahan sudah mendekat. Namun, tiba-tiba kabar tentang ketidakhadiran MUA dan dekorator datang. Hal ini memaksa mereka harus mencari alternatif lain dengan terburu-buru. "Dalam keadaan ngejer, nangis akhirnya cari-cari lagi persewaan dekor dan semuanya ke tempat lain," kata Rerey.

Selain itu, Ridho dan Rerey juga mengaku telah melunasi biaya jasa WO tersebut. Namun, uang yang diberikan belum dikembalikan. Sampai saat ini, Rerey masih menunggu pengembalian uang sebesar Rp10,3 juta. Ia juga menyebutkan bahwa ada 45 pasangan lain yang diduga ditipu oleh WO yang sama.

Penyelidikan oleh Polisi

Terbaru, Ayu Puspita diperiksa oleh pihak kepolisian terkait kasus penipuan ini. Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara memeriksa lima orang terkait kasus ini, termasuk karyawan WO milik Ayu Puspita. Salah satu korban yang melaporkan kasus ini adalah sepasang pengantin yang resepsinya digelar pada Sabtu (6/12/2025). Saat acara berlangsung, pihak katering tidak hadir, sehingga keluarga dan tamu harus memesan makanan dadakan melalui GoFood.

Hidangan yang datang tidak cukup untuk semua tamu, mulai dari kebab hingga pizza. Kejadian ini menunjukkan betapa parahnya dampak penipuan yang dilakukan oleh WO ini.

Peringatan untuk Calon Pengantin

Berdasarkan pengalaman para korban, penting bagi calon pengantin untuk lebih waspada dalam memilih jasa WO. Mereka diminta untuk memastikan alamat kantor, kontak person, dan reputasi WO sebelum menandatangani kontrak. Jangan sampai setelah deal, WO menghilang dan acara pernikahan tidak bisa berjalan sesuai rencana.

Beberapa kasus penipuan WO seperti ini menunjukkan bahwa banyak korban yang mengalami kerugian besar. Dengan adanya laporan dari 87 orang, serta jumlah kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah, polisi kini sedang memburu pelaku agar dapat dipertanggungjawabkan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan