Hanya Rp 12.500, masuk Pantai Papuma dan Watu Ulo!

Kebijakan Tiket Satu Pintu di Pantai Putih Malikan dan Watu Ulo

Pemerintah Kabupaten Jember telah meluncurkan kebijakan baru terkait tiket masuk ke dua destinasi wisata utama, yaitu Pantai Putih Malikan (Papuma) dan Pantai Watu Ulo. Kebijakan ini menawarkan kemudahan bagi para pengunjung dengan hanya membayar satu kali tiket untuk bisa mengakses kedua lokasi tersebut.

Harga tiket masuk yang diberlakukan sekarang adalah sebesar Rp12.500 per orang. Sebelumnya, harga tiket untuk Papuma mencapai Rp25.000 dan untuk Watu Ulo sebesar Rp10.000. Kebijakan ini resmi berlaku sejak Jumat, 2 Januari 2026, sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Kabupaten Jember yang ke-97.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan realisasi dari nota kesepahaman antara Bupati Jember Muhammad Fawait dan Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur Wawan Triwibowo.

"Kebijakan ini menjadi kado spesial bagi masyarakat Jember di HUT Ke-97. Kami menerapkan integrasi tiket sebagai langkah nyata untuk meningkatkan daya tarik wisata dan memberikan kenyamanan lebih bagi pengunjung," ujarnya.

Selain itu, penerapan sistem pembayaran daring (online) juga dilakukan untuk meminimalisir kebocoran pendapatan. Data kunjungan kini dapat dipantau secara real-time melalui dasbor digital.

Pada hari pertama pemberlakuan kebijakan ini, tercatat sebanyak 4.339 wisatawan yang masuk ke area Papuma-Watu Ulo hingga pukul 17.00 WIB. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah karena pengunjung masih terus berdatangan.

Pengembangan Infrastruktur dan Layanan Pendukung

Pemkab Jember juga telah menyiapkan rencana besar untuk pengembangan infrastruktur pada tahun 2026. Fokus utama dalam rencana ini adalah pembangunan loket otomatis dan palang pintu elektrik di area tengah hingga depan.

Selain itu, layanan shuttle gratis dari dinas perhubungan disediakan bagi wisatawan yang menggunakan bus. Hal ini dilakukan mengingat akses jalan tertentu tidak memungkinkan kendaraan besar untuk melewati jalur tersebut.

Bobby menjelaskan bahwa tujuan jangka panjang dari kolaborasi ini adalah pemberdayaan masyarakat lokal. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan, sektor UMKM dan jasa transportasi lokal seperti ojek wisata akan diintegrasikan dalam ekosistem pariwisata yang baru.

"Target utama kami adalah menurunkan angka kemiskinan melalui sektor pariwisata. Jika kunjungan stabil dan meningkat, warga di sekitar Ambulu dan Wuluhan akan merasakan dampak ekonominya secara langsung," katanya.

Tanggapan Wisatawan

Seorang wisatawan asal Lumajang, Cinta mengaku terpesona dengan keindahan Pantai Papuma. Ia memilih destinasi ini untuk menghabiskan liburan bersama kerabatnya.

"Harga tiketnya terjangkau dan sekarang sudah jadi satu, sehingga kebijakan itu sangat sebanding dengan fasilitas dan keindahan yang didapatkan oleh pengunjung," ujarnya.

Ia berharap pemerintah setempat terus melakukan pengembangan di kawasan wisata agar ke depannya bisa ditingkatkan lagi, sehingga kenyamanan pengunjung semakin terjaga.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan