Persebaya Surabaya Memiliki Pelatih Baru, Bernardo Tavares

Persebaya Surabaya kini memiliki harapan baru setelah resmi menunjuk Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala. Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal, langsung menyampaikan pesan penting yang ditujukan kepada skuad Persebaya Surabaya serta Bonek dan Bonita, para pendukung utama klub. Penunjukan ini mengakhiri spekulasi panjang mengenai siapa sosok pelatih yang akan memimpin Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Instagram klub, @persebayaupdate, dan dilengkapi dengan video pernyataan langsung dari Tavares. Dalam video tersebut, Tavares menyampaikan antusiasme tinggi untuk segera memulai petualangan barunya bersama Green Force. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap manajemen Persebaya Surabaya yang dinilainya profesional dan penuh respek.
“Surabaya, aku datang. Terima kasih atas profesionalisme manajemen Persebaya,” ujar Tavares dalam video pernyataan tersebut. Ia juga menambahkan rasa terima kasih atas kesabaran dan pemahaman manajemen terhadap situasi yang dihadapi. “Terima kasih atas kesabaran dan respek terhadap kondisi serta situasiku. Sekarang aku bisa memastikan akan segera berada di Surabaya,” lanjut pelatih berusia 45 tahun itu dengan nada optimistis.
Manajemen Persebaya Surabaya menyambut kedatangan Bernardo Tavares dengan penuh keyakinan. Klub menilai rekam jejak dan pengalaman Tavares menjadi modal penting untuk membawa tim ke level yang lebih tinggi. Dalam keterangan resmi, manajemen menyebut Tavares akan datang ke Surabaya bersama seorang asisten pelatih. Sementara itu, jajaran staf kepelatihan yang sudah ada tetap dipertahankan untuk menjaga kesinambungan tim.
“Coach Bernardo Tavares resmi menjadi bagian dari Persebaya. Ia akan tiba di Surabaya bersama seorang asisten,” tulis manajemen Persebaya Surabaya dalam unggahan resmi klub. Dukungan penuh dari staf lama juga dipastikan tetap mengiringi langkah Tavares.
Sebelum penunjukan ini, Persebaya Surabaya berada dalam masa transisi kepelatihan yang cukup dinamis. Tim sempat ditangani pelatih sementara Uston Nawawi setelah berpisah dengan Eduardo Perez pada 22 November 2025. Pada periode tersebut, Uston Nawawi tidak bekerja sendirian. Ia didampingi oleh Shin Sang-gyu untuk menjaga stabilitas tim hingga pelatih kepala definitif ditetapkan.
Kehadiran Bernardo Tavares diharapkan menjadi titik balik penting bagi Persebaya Surabaya. Ia dijadwalkan memimpin latihan perdana pada awal Januari 2026 sebagai langkah awal membangun fondasi tim. Ekspektasi tinggi mengiringi kedatangan Tavares ke Kota Pahlawan. Pengalaman membawa PSM Makassar menjuarai Super League 2022/2023 menjadi alasan utama kepercayaan besar publik Surabaya.
Tak hanya soal gelar, gaya kepelatihan Tavares juga menjadi sorotan. Ia dikenal sebagai pelatih yang realistis dan mampu memaksimalkan potensi pemain sesuai karakter tim. Pesan penting Tavares kepada pemain dan suporter pernah ia sampaikan saat meraih gelar juara di Liga Indonesia. Pernyataan itu kini relevan sebagai gambaran filosofi yang kemungkinan diterapkan di Persebaya Surabaya.
“Kami perlu menyampaikan kepada para pemain dan penggemar bahwa musim ini akan sangat rumit,” ujar Tavares kala itu saat diwawancara oleh Ines Antunes dari Sport Informa. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif menghadapi tantangan kompetisi. “Dan kami harus memahami bahwa perlu mengadopsi gaya bermain yang sesuai dengan karakteristik pemain kami,” lanjutnya. Pendekatan tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan tim yang ia latih.
Tavares menjelaskan karakter pemain yang cepat namun tidak terlalu kuat secara teknis. Dari situ, ia memilih pendekatan taktis yang pragmatis dan efektif. “Oleh karena itu, yang kami lakukan adalah memberikan bola kepada lawan, lebih fokus pada transisi,” jelas Tavares. Strategi tersebut terbukti mampu membawa hasil maksimal di lapangan. “Dan begitulah cara kami menang,” tegasnya singkat namun penuh makna. Filosofi ini diyakini akan menjadi dasar pendekatan Tavares bersama Persebaya Surabaya.
Selain aspek teknis, Tavares juga memiliki ketertarikan emosional terhadap sepak bola Indonesia. Ia mengaku terpesona dengan atmosfer dan semangat luar biasa dari para pendukung. “Saya selalu terpesona oleh Indonesia, baik oleh semangat para penggemarnya maupun jumlah orang yang tertarik,” ungkap Tavares. Menurutnya, dukungan suporter menjadi energi besar bagi tim. Ia juga menilai Indonesia memiliki potensi besar dari sisi pemain. Keberadaan pemain dengan sentuhan sepak bola jalanan menjadi nilai tambah tersendiri.
“Selain itu, Indonesia memiliki pemain-pemain bagus dan sedikit sepak bola jalanan,” ucapnya. Tavares menyebut karakter tersebut sudah mulai hilang di Eropa, termasuk Portugal. Pandangan Tavares terhadap masa depan sepak bola Indonesia juga cukup optimistis. Ia percaya Indonesia bisa bersaing di level Asia jika pembenahan dilakukan secara konsisten.
“Jika Indonesia mampu mengatur diri dan menciptakan infrastruktur yang lebih baik di beberapa bidang, saya pikir Indonesia bisa menjadi kekuatan besar sepak bola Asia dalam beberapa tahun mendatang,” prediksinya. Pernyataan tersebut memperkuat keyakinan publik Persebaya Surabaya terhadap visi jangka panjang Tavares. Ia dinilai tidak sekadar datang untuk hasil instan, tetapi juga pembangunan berkelanjutan.
Kedatangan Tavares juga memiliki nilai historis bagi Persebaya Surabaya. Ia menandai kembalinya pelatih asal Portugal ke klub setelah era Divaldo Alves di masa lalu. Antusiasme Bonek dan Bonita pun langsung terasa di media sosial. Banyak suporter menyambut positif penunjukan ini sebagai awal kebangkitan Green Force.
Optimisme tersebut tumbuh seiring harapan melihat Persebaya Surabaya tampil lebih konsisten dan kompetitif. Sosok Tavares dianggap mampu menyatukan filosofi bermain dan karakter khas Surabaya. Dengan segala latar belakang dan pesan yang ia bawa, Bernardo Tavares kini memikul ekspektasi besar. Harapan baru dimulai, dan publik Surabaya menunggu pembuktian nyata di lapangan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar