Harapan Van Gastel untuk PSSI Usai Laga PSIM vs Persija Aman

Harapan Van Gastel untuk PSSI Usai Laga PSIM vs Persija Aman

Laga Persija vs PSIM Yogyakarta Berjalan Aman dan Tertib

Laga antara Persija Jakarta melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (28/11/2025) berlangsung dengan aman dan tertib. Meski dihadiri 5.000 suporter tim tamu, PSIM, pertandingan tersebut berjalan adem ayem tanpa ada masalah ketertiban sama sekali.

Secara aturan, kedua tim belum aman dari sanksi Komdis PSSI, lantaran larangan kedatangan suporter away alias laga tanpa pendukung tim tamu masih berlaku. Namun, atmosfer positif yang tercipta dalam pertandingan ini memberikan harapan baru bagi penggemar sepak bola Indonesia.

Rekor Penonton Terbanyak

Laga tersebut bukan hanya menjadi ajang spesial karena bertepatan dengan ulang tahun ke-97 tuan rumah Persija Jakarta. Namun juga mencatatkan sejarah baru sebagai laga dengan penonton terbanyak di BRI Super League 2025/2026, yakni 56.150 penonton.

Angka itu sekaligus memecahkan rekor sebelumnya yang tercipta dalam laga Persebaya vs Persija di Stadion Gelora Bung Tomo, 18 Oktober 2025, yang dihadiri 33.432 penonton.

Di tengah lautan penonton tersebut, sekitar 5.000 suporter PSIM turut hadir dan memberikan dukungan langsung dari tribun GBK. Kehadiran pendukung sejati Laskar Mataram tersebut pun menjadi sorotan positif bagi pelatih Laskar Mataram Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel.

Harapan Pelatih untuk Penghapusan Larangan Suporter Away

“Sangat bagus melihat banyak suporter datang dari Jogja ke Jakarta. Itu memberi energi dan spirit kepada tim,” ujar pelatih asal Belanda tersebut.

Ia juga mengapresiasi suasana damai yang terbangun antara suporter kedua kesebelasan. Hal itu menjadi sesuatu positif.

“Sangat bagus suporter kedua tim bisa bersama-sama dengan damai dan menikmati suasana dan pertandingannya. Jadi kami kalah dan tidak masalah,” ulasnya.

Melihat atmosfer penuh kedewasaan itu, Van Gastel berharap PSSI dapat meninjau ulang kebijakan pembatasan suporter tandang.

“Untuk asosiasi (PSSI) yang melarang suporter away, mungkin mereka punya alasan. Tapi jika atmosfernya seperti itu, mungkin mereka bisa berpikir ulang dan mengubahnya,” tegasnya.

Pentingnya Keberadaan Suporter

Lebih lanjut Van Gastel menegaskan bahwa sepak bola tidak bisa dilepaskan dari keberadaan para pendukung.

“Kami bermain sepak bola untuk fans. Saya sangat menikmati pertandingan di stadion yang banyak suporter,” katanya.

Ia bahkan menyebut atmosfer sepak bola Indonesia memberikan pengalaman tersendiri baginya.

“Jika membandingkan dengan klub saya sebelumnya, saya suka suasana di sini,” katanya.

“Kita bermain untuk fans dan mereka membawa atmosfer yang sangat baik. Suasana ini sangat baik untuk pelatih dan pemain, jadi saya sangat menikmatinya.”

Meski PSIM pulang tanpa poin usai kalah 2-0 dari Persija, Van Gastel menilai dukungan masif di laga bersejarah tersebut menjadi modal moral penting bagi Laskar Mataram untuk mengarungi kompetisi selanjutnya.

Kesuksesan ILeague sebagai Operator Kompetisi

Kesuksesan penyelenggaraan laga Persija vs PSIM menjadi momentum positif bagi ILeague sebagai operator kompetisi. Sebenarnya ILeague sudah memandang beberapa pertandingan yang berjalan sukses tanpa insiden saat dihadiri suporter tamu.

Satu di antara pertandingan tersebut adalah duel Persebaya vs Persija di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

ILeague mengapresiasi ada banyak pertandingan yang berhasil dilangsungkan tanpa insiden, meski dihadiri suporter manapun.

"Ya, kan sudah banyak contoh memang," ujar Direktur Utama PT ILeague, Ferry Paulus kepada redaksi BolaSport.com, Sabtu (29/11/2025) di Stadion Sriwedari, Solo.

"Memang sudah beberapa contoh suporter tamu datang. Kemudian juga rapih, enggak ada insiden. Bahkan dengan jumlah yang relatif bisa dibilang banyak."

Kehadiran suporter PSIM di SUGBK diharapkan jadi momentum bagi ILeague untuk menyusun rekomendasi kepada PSSI buat mencabut larangan kehadiran suporter tim tamu.

Sejak dilaksanakan pada 2022, PSSI masih belum mencabut larangan suporter tim tamu. ILeague ingin menyusun beberapa skenario pertandingan dengan kehadiran suporter tim tandang dengan bantuan atau konsultasi dengan pihak kepolisian.

"Kemarin itu informasinya sampai lima ribu," ujar Ferry Paulus.

"Lima ribu dari PSIM. Dan rasanya ya mudah-mudahan rekomendasi dari Liga. Dengan banyaknya penonton yang hadir, terutama tim tamu. Juga bisa mendorong regulasi itu dicabut. Mungkin dengan beberapa syarat, atau syarat perlu kali. Berdasarkan keinginan atau ketetapan dari kepolisian. Saya pikir skenario-nya banyak lah untuk bisa diolah ke arah sana," ujarnya.

Aturan PSSI Soal Suporter Tim Tamu

I.League sebagai operator kompetisi sepak bola profesional Indonesia, mengonfirmasi bahwa kebijakan larangan kehadiran suporter tim tamu (away fans) masih diberlakukan untuk musim kompetisi 2025/2026.

Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari aturan yang telah diterapkan secara konsisten sejak musim 2022/2023, bunyi aturan itu dikutip dari laman resmi I.League.

Pemberlakuan aturan ini pertama kali diambil sebagai bagian dari langkah transformasi sepak bola nasional pasca-tragedi Kanjuruhan.

PSSI dalam berbagai kesempatan telah menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil selama masa transisi transformasi sepak bola Indonesia, sejalan dengan arahan yang diterima dari FIFA untuk pembenahan tata kelola pertandingan.

Aturan ini terus berlanjut pada musim 2023/24, 2024/2025, dan kini musim 2025/2026.

Larangan kehadiran suporter tim tamu telah diatur secara spesifik dalam Regulasi Kompetisi BRI Super League 2025/26.

Pada Pasal 5 ayat 7, disebutkan bahwa pada masa transisi transformasi sepak bola nasional, seluruh pertandingan sepak bola nasional, termasuk kompetisi, tidak dapat dihadiri oleh suporter klub tamu.

Regulasi ini juga menegaskan bahwa klub terkait akan bertanggung jawab penuh atas kehadiran suporter mereka jika larangan tersebut dilanggar.

Selanjutnya, Pasal 5 ayat 8 memberikan mandat kepada Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan. Panpel diwajibkan untuk mengambil langkah-langkah antisipasi atas potensi kehadiran suporter klub tamu, serta harus mempersiapkan rencana keselamatan dan keamanan yang merujuk pada Regulasi Keselamatan dan Keamanan PSSI 2021.

ILeague menegaskan komitmennya untuk menjalankan kompetisi sesuai dengan arahan dan regulasi yang telah ditetapkan oleh PSSI. Pemberlakuan kembali aturan ini adalah murni implementasi dari keputusan federasi demi kelancaran dan keamanan kompetisi nasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan