
nurulamin.pro, SEMARANG – Harga minyak goreng Minyakita di Kota Semarang masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET) meski ketersediaan stok dinyatakan aman setelah Natal dan Tahun Baru.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, menyebut ketersediaan minyak goreng Minyakita di Kota Semarang saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar 21 hari ke depan.
Namun, untuk harga minyak goreng dengan merek dagang tersebut harganya berada di atas HET.
"Minyakita itu (bisa untuk memenuhi kebutuhan hingga) 21 hari (ke depan)," sebutnya.
"Minyakita ini seharusnya (HET-nya) kan Rp15.700 (per liter), ya. Nah, Minyakita ini berkisar Rp16.329/liter. Jadi selisihnya sekitar Rp600 rupiah," kata Endang dihubungi Tribun Jateng, Sabtu (3/1/2026).
Endang lebih lanjut memaparkan, Dishanpan sebelumnya telah melakukan operasi pasar di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Johar dan Pasar Karangayu, bekerja sama dengan Bulog, untuk menjaga ketersediaan dan menekan harga bahan pangan, termasuk minyak goreng.
Dia menyebut, dibandingkan komoditas pangan lainnya, Minyakita menjadi satu-satunya bahan pokok yang masih tercatat dijual di atas HET.
Sementara sebagian besar komoditas lain berada di bawah harga eceran tertinggi.
Komoditas cabai, kata dia, sempat mengalami lonjakan harga pada awal Desember dan kini mengalami penurunan.
Harga cabai keriting saat ini berada di kisaran rata-rata Rp38.900/Kg, berada di bawah HET sebesar Rp55.000/Kg.
Sementara cabai rawit merah tercatat di kisaran Rp44.600/Kg, lebih rendah dari HET Rp57.000/Kg.
"Jadi sudah jauh. Pada waktu menjelang Natal kalau enggak salah malah harganya hampir sama dengan HET-nya, sekitar Rp55.000/Kg. Tapi sekarang sudah turun ya," jelasnya.
Menurutnya, pihaknya telah melakukan intervensi melalui operasi pasar dan penambahan pasokan dari luar daerah.
Dia menyebut Dishanpan mendatangkan cabai dari Temanggung dan mendistribusikannya ke pasar tradisional, terutama di Pasar Karangayu dan Rasamala untuk menekan harga di tingkat konsumen.
Sementara itu, ia juga menyebut ketersediaan bahan pangan lainnya aman. Stok beras premium dan medium disebutkan masih mencukupi kebutuhan masyarakat sekitar delapan hari ke depan. Jagung tercatat aman hingga 25 hari, bawang merah dan bawang putih sekitar 22 hingga 25 hari.
Untuk komoditas protein hewani, ketersediaan daging sapi diperkirakan aman selama 11 hari, ayam ras 10 hari, dan telur sekitar delapan hari.
Adapun stok gula pasir diperkirakan cukup untuk 19 hari, sedangkan kedelai tersedia hingga sekitar 25 hari ke depan. (idy)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar