
JAKARTA, nurulamin.pro
Pada awal tahun 2026, SPBU BP melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku mulai 1 Januari 2026. Penurunan harga ini terjadi di seluruh jenis BBM yang disediakan oleh perusahaan, termasuk BBM BP 92, BP Ultimate, dan BP Ultimate Diesel.
Harga BBM BP mengalami penurunan rata-rata antara Rp 500 hingga Rp 1.390 per liter, sesuai dengan pengumuman resmi dari pihak perusahaan. Berikut detail penurunan harga untuk masing-masing jenis BBM:
-
BP 92 (RON 92)
Harga BBM ini turun sebesar Rp 500 per liter, sehingga menjadi Rp 12.500 per liter. Sebelumnya, harga BBM ini adalah Rp 13.000 per liter. -
BP Ultimate (RON 95)
Harga BBM BP Ultimate mengalami penurunan sebesar Rp 440 per liter, yaitu dari Rp 13.630 per liter menjadi Rp 13.190 per liter. -
BP Ultimate Diesel (CN 53)
Harga BBM diesel BP Ultimate turun sebesar Rp 1.390 per liter, dari sebelumnya Rp 15.250 per liter menjadi Rp 13.860 per liter.
Perubahan harga ini berlaku secara nasional, khususnya di wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. Seluruh SPBU BP yang berada di kawasan tersebut telah menyesuaikan harga BBM sesuai dengan pengumuman tersebut.
Berikut daftar lengkap harga BBM BP yang berlaku mulai 1 Januari 2026:
- BP 92 (RON 92): Rp 12.500 per liter
- BP Ultimate (RON 95): Rp 13.190 per liter
- BP Ultimate Diesel (CN 53): Rp 13.860 per liter
Penyesuaian harga BBM ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap dinamika pasar dan kebijakan pemerintah terkait energi. Hal ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang menggunakan BBM BP dalam kebutuhan transportasi sehari-hari.
Dengan adanya penurunan harga, diharapkan dapat membantu mengurangi beban biaya operasional kendaraan bermotor, terutama bagi pengguna yang sering mengisi bahan bakar di SPBU BP. Selain itu, penurunan harga juga diharapkan bisa memacu pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan aktivitas transportasi dan logistik.
Perusahaan BP juga berkomitmen untuk terus memantau kondisi pasar dan menyesuaikan harga BBM secara berkala agar tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan stabilitas ekonomi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar