
Wali Kota Bekasi Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Natal dan Tahun Baru
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa stok pangan di Kota Bekasi dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal 2025 dan tahun baru 2026. Ia meminta warga tidak khawatir atau melakukan tindakan penimbunan barang.
Saat ini pangan relatif stabil. Kami menjamin kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir sampai menimbun persediaan, karena stoknya cukup, ujar Tri pada Jumat (12/12/2025).
Ia menekankan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi potensi kelangkaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Selain itu, Pemkot Bekasi akan menggelar operasi pasar yang dijadwalkan berlangsung sekitar Selasa (16/12/2025) atau Rabu (17/12/2025).
Kami akan melakukan operasi pasar dengan jumlah ribuan dan membeli dari Bulog. Insya Allah, sembako akan dibagikan merata di 12 kecamatan, jelasnya.
Kenaikan Harga Komoditas Pangan
Dua pekan menjelang Nataru, harga sejumlah komoditas pangan di Kota Bekasi mengalami kenaikan signifikan. Di Pasar Baru Bekasi Timur, cabai rawit merah kini dijual hingga Rp100 ribu per kilogram. Harga ini melonjak dua kali lipat dari sebelumnya Rp50 ribu per kilogram.
Ratini, seorang pembeli berusia 54 tahun, mengatakan kenaikan harga sudah terasa sejak awal Desember. Ia mengaku keberatan dengan lonjakan harga yang terjadi dalam waktu singkat.
Sangat keberatan, karena penghasilan orang beda-beda. Apalagi saya, banyak yang nganggur juga. Saya pasti beli pagi-pagi, tapi sekarang harus dikurangi, kata Ratini saat ditemui di Pasar Baru, Selasa (9/12/2025).
Ratini memilih membeli cabai secara eceran agar pengeluaran tidak membengkak. Ia berharap pemerintah bisa segera menstabilkan harga kebutuhan pokok.
Tolong diturunkanlah harga sembako, biar yang ekonominya ke bawah tidak menjerit. Bukan saya saja, pasti warga lain keluhannya sama, jelasnya.
Keluhan Pedagang
Keluhan serupa disampaikan oleh pedagang cabai bernama Samsudin. Ia menyebut kenaikan harga sudah terjadi sejak satu minggu terakhir. Selain cabai rawit merah, beberapa komoditas lain juga ikut mengalami lonjukan.
Cabai rawit merah dari Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram, harga bawang merah juga naik dari Rp40 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram, tuturnya.
Kasie Perdagangan Disperindag Kota Bekasi, Eko Wijatmiko, membenarkan kondisi tersebut. Menurut Eko, Desember merupakan masa tanam cabai sehingga stok di pasaran cenderung menurun.
Desember ini cabai lagi masa tanam, belum panen. Permintaan tinggi hingga melampaui harga acuan, ujar Eko.
Untuk mengantisipasi lonjakan, pihaknya mengimbau pedagang menyediakan cabai kering sebagai alternatif yang lebih awet dan praktis. Selain itu, Disperindag juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Bekasi.
Cabai kering bisa jadi pilihan, lebih tahan lama dan pedasnya juga kuat, ucapnya.
Langkah Pemerintah untuk Mengatasi Lonjakan Harga
Pemkot Bekasi juga akan terus memantau situasi pasar dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mengatur pengeluaran. Dengan adanya operasi pasar, diharapkan harga sembako dapat kembali stabil dan tidak memberatkan masyarakat.
Selain itu, pemerintah kota juga akan melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, diharapkan kebutuhan pokok dapat terpenuhi dengan baik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar