Tren Harga Minyak Mentah Dunia dalam Perspektif Analis

Kepala Center of Food, Energy and Sustainable Development (CFESD) Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Abra Talattov, menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela belum memberikan dampak signifikan terhadap harga minyak mentah global. Pasar masih menunjukkan stabilitas meski tensi geopolitik meningkat sejak awal 2026.
Perkembangan Harga Minyak Mentah
Abra mencatat bahwa tren harga minyak mentah dunia selama satu tahun terakhir menunjukkan kecenderungan penurunan. Harga Brent dan West Texas Intermediate (WTI) bergerak di kisaran 57 hingga 61 dolar AS per barel. Hal ini didorong oleh kondisi surplus pasokan dan stabilitas global yang relatif terjaga.
“Jika kita melihat tren pergerakan harga komoditas minyak mentah dunia dalam satu tahun terakhir, kecenderungannya memang terus menurun. Bahkan untuk Brent dan WTI harganya di kisaran 57 sampai 61 dolar per barel,” ujar analis INDEF ini.
Dampak Serangan AS ke Venezuela
Meskipun serangan pemerintahan Presiden Donald Trump ke Venezuela memicu perhatian pasar, respons komunitas internasional, termasuk negara-negara sekutu AS dan kawasan Amerika Latin, menjadi faktor penting yang dicermati pelaku pasar dalam menentukan arah harga ke depan.
Di sisi lain, OPEC+ telah memiliki intensi untuk memangkas produksi agar harga minyak meningkat. Namun, langkah tersebut dihadapkan pada ekspektasi pasar terkait potensi tambahan pasokan dari Venezuela seiring pernyataan Trump tentang keterlibatan perusahaan minyak AS.
Potensi Tambahan Pasokan dari Venezuela
“Ketika Presiden Trump mengeluarkan pernyataan bahwa perusahaan-perusahaan minyak AS akan terlibat mengeksploitasi sumber daya alam minyak di Venezuela, ini menciptakan ekspektasi akan ada tambahan pasokan minyak mentah di pasar global,” ujar Abra.
Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia dengan pangsa sekitar 19,3 persen dari total cadangan global. Potensi tambahan produksi dari negara tersebut dipandang pasar sebagai penyeimbang kebijakan pemangkasan OPEC+ sehingga harga cenderung stabil, bahkan berpeluang turun.
Respons OPEC+ terhadap Perkembangan Terkini
Abra melihat OPEC+ masih bersikap dinamis menyikapi perkembangan beberapa hari terakhir. Organisasi produsen minyak itu belum tentu secara otomatis mempertahankan pembatasan produksi, mengingat realisasi keterlibatan AS di Venezuela juga tidak mudah diwujudkan dalam waktu dekat.
Ia menyinggung pernyataan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez yang menegaskan sikap mempertahankan kedaulatan negara dan menolak intervensi pemerintahan Trump. Posisi itu diperkuat respons negara-negara Amerika Latin serta perhatian China dan Rusia yang memiliki kepentingan langsung terhadap pasokan minyak Venezuela.
Stabilitas Pasar dan Proyeksi Harga Minyak
Dari sisi pasar, Abra menilai risiko gangguan pasokan minyak Venezuela masih dianggap berdampak jangka pendek. Produksi dan penjualan minyak terbesar dunia tetap bertumpu di kawasan Timur Tengah, bukan Amerika Latin, sehingga sentimen global belum berubah signifikan.
Ia menambahkan, pasar justru merespons positif potensi masuknya AS ke Venezuela karena dipersepsikan menambah suplai global. Kondisi itu membuat kebijakan OPEC+ dinilai tidak sepenuhnya efektif menahan produksi dunia dalam jangka pendek.
Proyeksi Harga Minyak ke Depan
Untuk proyeksi ke depan, Abra memperkirakan harga minyak mentah dunia tetap berada di bawah 70 dolar AS per barel sepanjang konflik tidak melebar ke kawasan lain. Ia menilai dampak konflik Venezuela tidak sebanding dengan perang Rusia–Ukraina yang sempat mendorong harga minyak menembus 100 dolar AS akibat disrupsi pasokan di Eropa.
Dampak bagi Indonesia
Bagi Indonesia sebagai negara net importer minyak mentah, Abra mengingatkan pentingnya mitigasi risiko fiskal. Pengalaman 2022, saat lonjakan harga minyak memaksa pemerintah menaikkan subsidi energi hingga lebih dari 500 triliun rupiah, menjadi pelajaran penting dalam menjaga ketahanan APBN di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar