
Kenaikan Harga Cabai Rawit Tidak Bikin Surabaya Panik
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pemerintah Kota Surabaya memastikan bahwa warga tidak perlu khawatir dalam urusan belanja kebutuhan pokok. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyatakan bahwa stok pangan utama di Kota Pahlawan dalam kondisi aman, melimpah, dan terkendali.
Kepala DKPP Surabaya, Antiek Sugiharti, menjelaskan bahwa stabilitas harga masih terjaga di hampir semua komoditas. Namun, ada satu komoditas yang mengalami kenaikan agresif: cabai rawit. Harga cabai rawit kini mencapai Rp70.000/kg, naik signifikan dari kisaran Rp42.000Rp46.000/kg di akhir November 2025.
Kenaikan ini tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga merata di seluruh Jawa Timur dan Indonesia. Penyebabnya adalah cuaca ekstrem yang menyebabkan banyak petani gagal panen. Beberapa wilayah bahkan mengalami kenaikan harga hingga Rp100 ribu per kilo.
Cabai Merah Besar Masih Stabil
Berbeda dengan cabai rawit, harga cabai merah besar relatif stabil. Hanya terjadi kenaikan tipis antara Rp44 ribu hingga Rp48 ribu/kg, atau sekitar Rp2.000Rp3.000. Menurut Antiek, kenaikan ini tidak terlalu signifikan.
Langkah Antisipasi dari Pemkot Surabaya
Menghadapi potensi lonjakan harga cabai, Pemkot Surabaya tidak tinggal diam. Sejak Agustus hingga awal September 2025, DKPP telah membagikan 25.000 bibit cabai rawit kepada kelompok tani, komunitas, hingga warga kota melalui kelurahan dan kecamatan.
Hasilnya kini mulai terlihat. Banyak warga mulai panen sendiri. Dua pohon saja sudah cukup memenuhi kebutuhan keluarga. Ada yang panennya bahkan mencapai lebih dari satu kilogram, ujar Antiek bangga.
Gerakan ini membantu konsumsi cabai masyarakat dan menekan tekanan harga di pasaran.
Stabilitas Harga Komoditas Lain
Selain cabai rawit, hampir semua kebutuhan pokok lainnya tercatat aman dan stabil, antara lain:
- Daging ayam ras: Rp36.000Rp37.000/kg
- Telur ayam ras: sekitar Rp28.000/kg
- Komoditas lain seperti bawang, gula, daging sapi, minyak goreng, semua berada dalam kategori stabil.
Masyarakat tidak perlu khawatir. Ketersediaan cukup untuk menghadapi Nataru, tegas Antiek.
Pemantauan Harga dan Kualitas Produk Diperketat
Menjelang Nataru, pemkot juga menggelar pemantauan intensif terhadap:
- 12 komoditas penting
- Barang kebutuhan pokok
- Produk makanan dan minuman
- Barang kadaluwarsa di pasaran
Tujuannya memastikan harga wajar dan pasokan aman hingga akhir tahun.
Imbauan Pemkot, Belanja Bijak, Jangan Menimbun
Antiek kembali mengingatkan masyarakat agar tidak panik, terlebih hingga menimbun kebutuhan pokok. Belanja saja secukupnya. Pembelian berlebihan bisa memicu food loss dan membuat pangan terbuang sia-sia, tandasnya.
Dengan pasokan yang aman dan pengawasan yang ketat, Pemkot Surabaya optimistis warga bisa menyambut Nataru 2025 dengan nyaman, tanpa kekhawatiran soal harga sembako.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar