
Pada tahun 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mengalami penurunan. Salah satu perusahaan yang menurunkan harga BBM adalah Shell Indonesia. Harga BBM jenis Shell Super mengalami penurunan mulai 1 Januari 2026. Penurunan ini terjadi setelah hampir tiga bulan kosong, SPBU Shell kembali menjual produk bensin Shell Super.
Selain itu, harga BBM Pertamina juga turun untuk jenis bensin non subsidi. Hal ini menjadi respons terhadap situasi pasar yang dinamis dan kebutuhan masyarakat akan BBM yang lebih terjangkau.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menambah kuota impor BBM untuk SPBU swasta. Rencana ini dilakukan untuk mencegah kelangkaan BBM di SPBU non-Pertamina yang terjadi pada tahun 2025 lalu. Dengan adanya penambahan kuota impor, diharapkan pasokan BBM bisa lebih stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan bahwa ada peluang penambahan kuota impor BBM untuk Badan Usaha (BU) pemilik SPBU swasta pada tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian kuota impor dilakukan sesuai dengan penjualan dan asumsi kenaikan permintaan.
“Untuk 2026 itu menyesuaikan dengan penjualan, kemudian itu juga ada asumsi kenaikan,” ujar Yuliot saat diwawancarai di Kementerian ESDM.
Lebih lanjut, Yuliot menyebutkan bahwa saat ini SPBU swasta telah mengajukan kuota impor mereka ke Direktorat Minyak dan Gas (Ditjen Migas) ESDM. Ia menegaskan bahwa pengajuan kuota tersebut sedang dalam proses penyelesaian di Ditjen Migas.
Namun, Yuliot belum dapat memberikan informasi detail mengenai volume impor yang diajukan oleh SPBU swasta maupun jumlah kuota yang diberikan oleh Kementerian ESDM. Menurutnya, pihaknya masih menunggu realisasi penjualan dari tahun 2025 sebelum memutuskan kebijakan yang akan diambil.
“Kita akan lihat terlebih dahulu. Ini berapa realisasi penjualan tahun 2025 kan kita belum dapat. Lagi dikonsolidasikan sama Dirjen Migas,” jelas Yuliot.
Sebelumnya, dalam catatan Kontan, Kementerian ESDM akan memutuskan kuota impor BBM 2026 untuk badan usaha pengelola SPBU swasta seperti Shell, BP, Vivo, dan ExxonMobil melalui rapat dengan jajaran Direktorat Migas. Setelah itu, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, akan memutuskan opsi mana yang diberlakukan dalam impor BBM oleh SPBU swasta pada 2026.
Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penambahan kuota impor sebesar 10% dari kuota impor pada 2025. “Itu (penambahan 10%) salah satu opsi,” ujar Dirjen Migas ESDM, Laode Sulaeman.
Adapun kebijakan tersebut, kata Laode, sudah diterapkan pemerintah pada 2025, dengan menambah kuota impor sebesar 10% dari 2024.
Berikut rincian harga BBM di SPBU Shell mulai 1 Januari 2026:
- Shell Super : turun dari Rp13.000 menjadi Rp12.700 per liter (Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur)
- Shell V-Power : turun dari Rp13.630 menjadi Rp 13.190 per liter (Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur)
- Shell V-Power Diesel : turun dari Rp15.250 menjadi Rp 13.860 per liter (Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur)
- Shell V-Power Nitro+ : turun dari Rp13.890 menjadi Rp 13.480 per liter (Jakarta, Banten, Jawa Barat).
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar