Pencarian Bocah 6 Tahun di Tasikmalaya Masih Belum Membuahkan Hasil
Masuknya hari kedua pencarian terhadap bocah berusia 6 tahun yang dilaporkan hilang secara misterius di Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, masih belum menemukan hasil. Hingga Sabtu 3 Januari 2025, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Tasikmalaya, TNI–Polri, serta relawan belum berhasil menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Tim pencari kembali diterjunkan dengan membagi area pencarian ke dalam tiga sektor. Penyisiran difokuskan pada titik awal dugaan hilangnya korban, area tengah aliran air, hingga ke bagian hilir yang mengarah ke kampung Sindangkasih, Kecamatan Purbaratu.
Koordinator Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan dengan pola balik kanan untuk memastikan seluruh area tersisir maksimal. Ia menyampaikan bahwa pembagian sektor dilakukan agar pencarian lebih efektif.
“Kami lakukan pembagian sektor agar pencarian lebih efektif. Hasilnya kita akan evaluasi, kami juga belum mendapatkan kepastian korban ini hanyut atau karena faktor lain,” ujar Harisman di lokasi.
Selain menyusuri aliran air, tim juga mencoba menelusuri kemungkinan lain dengan memeriksa sejumlah kamera pengawas milik warga sekitar. Namun upaya tersebut belum memberikan petunjuk karena posisi kamera tidak mengarah ke jalur yang dilalui korban.
Kronologi Belum Jelas
Menurut Harisman, ketidakjelasan kronologi menjadi kendala utama di lapangan. Hingga kini, belum ada saksi yang dapat memastikan apakah korban benar-benar terseret arus atau hilang karena faktor lain.
“Kami belum bisa memastikan apakah korban hanyut. Saat laporan masuk, tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian,” katanya.
BPBD sendiri, kata Harisman, menerima laporan hilangnya anak tersebut pada Jumat 2 Januari 2925 sekitar pukul 18.00 WIB. Lokasi kejadian berada di sekitar Kelurahan Tugujaya, namun informasi awal yang diterima sangat terbatas.
Dalam proses pencarian, BPBD juga telah berkoordinasi dengan Basarnas. Namun sesuai standar operasional prosedur (SOP), keterlibatan Basarnas menunggu adanya laporan resmi dari kepolisian atau keterangan saksi yang menguatkan dugaan korban terseret arus.
Koordinasi Lintas Wilayah
Sebagai langkah antisipasi lintas wilayah, koordinasi turut dilakukan dengan BPBD Kabupaten Ciamis dan BPBD Kota Banjar untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus keluar wilayah Kota Tasikmalaya.
“Kami fokus melakukan pencarian di sektor perairan sesuai tupoksi. Mudah-mudahan segera ada kepastian dan kami juga berharap korban segera ditemukan,” pungkasnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar