
Tim SAR Gabungan Terus Berjuang Melawan Arus Laut yang Kencang
Tim SAR gabungan terus berupaya mencari tiga korban tenggelamnya KM Putri Sakina di selat Padar. Hingga hari kesembilan, mereka menghadapi tantangan besar dengan pusaran air laut dan arus yang sangat kuat. Korban yang masih hilang adalah pelatih tim sepak bola Valencia Putri B bersama dua anaknya.
Pusaran air laut ini terletak di sekat antara Pulau Serai dan Pulau Rinca. Selain itu, tim juga harus menghadapi buih yang mendidih di tengah lautan. Spead boat milik Basarnas yang berwarna orange kembali menyisiri titik koordinat tempat KM Putri Sakina tenggelam pada Sabtu (3/12/2025).
Spead boat tersebut berangkat sejak pukul 07.00 WITA dan mulai menyisir area utara Pulau Serai dan Pulau Rinca. Kepala Pos Basarnas Labuan Bajo, Edy Suryono, memimpin penyisiran dan mengarahkan nahkoda untuk terus bergerak ke perairan utara. "Kita lanjutin terus ya sambil pantau kiri dan kanan, tetap kita lakukan penyisiran," katanya.
Spead boat dikemudikan oleh Ferdi, salah satu anggota Basarnas di Labuan Bajo. Saat melaju, boat tersebut melewati pusaran air laut yang menandai pertemuan arus yang kuat. Semakin jauh penyisiran, hingga mencapai titik koordinat sejauh 13 mil dari lokasi tenggelamnya kapal. Titik tersebut berada di perairan Gili Lawa, antara Gili Darat dan Gili Laut.
"Saat ini kita jauh sekali sudah sampai 13 mil. Nanti kita balik lagi ke selatan pun sama antara 13 sampai 15 mil," kata Edy.
Di dalam Spead Basarnas, terdapat Kepala Pos Basarnas Labuan Bajo, Edy Suryono bersama dua personil Basarnas. Selain itu, ada KBO SatPolairud Polres Manggarai Barat, IPDA Hendro Manurung, satu personil Barhakam Polri, tiga personil PHC, dan dua awak media. Mereka membawa makanan ringan dan minuman selama proses pencarian.
Perjuangan tim SAR gabungan ini dilakukan secara maksimal. Pasalnya, waktu perpanjangan pencarian terhadap korban KM Putri Sakinah hanya tersisa satu hari lagi. Dengan kondisi cuaca dan arus yang tidak menentu, mereka tetap bertekad untuk menemukan korban yang hilang.
Tantangan dalam Operasi Pencarian
- Arus Laut yang Kuat: Tim SAR menghadapi arus laut yang sangat kuat, terutama di wilayah antara Pulau Serai dan Pulau Rinca. Hal ini membuat perjalanan menjadi lebih sulit.
- Buih yang Mendidih: Di tengah lautan, tim juga menghadapi buih yang mendidih, yang bisa mengganggu penglihatan dan navigasi.
- Jarak Penyisiran: Spead boat melaju hingga jarak sejauh 13 mil dari lokasi tenggelamnya kapal. Ini menunjukkan usaha maksimal dari tim SAR.
- Koordinasi Tim: Tim terdiri dari berbagai instansi seperti Basarnas, Polres Manggarai Barat, dan PHC. Koordinasi yang baik sangat penting dalam operasi ini.
- Persediaan Makanan dan Minuman: Untuk menjaga stamina, tim membawa makanan ringan dan minuman selama proses pencarian.
Keberlanjutan Operasi Pencarian
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan meskipun waktu yang tersisa semakin sedikit. Tim SAR gabungan tetap berkomitmen untuk melakukan penyisiran hingga titik yang paling jauh. Meski kondisi alam tidak menentu, mereka tetap berusaha keras agar korban bisa ditemukan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar