Hari Ketiga Tahun Baru, Pengunjung Bandung Zoo Membludak

Bandung Zoo Mengalami Lonjakan Pengunjung Selama Liburan Tahun Baru 2026

Pada hari ketiga liburan Tahun Baru 2026, Sabtu (3/1/2025), Kebun Binatang Bandung mengalami lonjakan pengunjung yang sangat signifikan. Kebun binatang ini menjadi tujuan utama bagi warga Bandung dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan bersama keluarga. Hal ini terjadi setelah pihak pengelola memberlakukan kebijakan masuk gratis dengan sistem donasi.

Pengunjung Memadati Pintu Masuk dan Berdonasi

Berdasarkan pantauan, pintu masuk yang biasanya digunakan untuk akses keluar kini ramai dipadati oleh pengunjung. Banyak dari mereka yang memilih untuk berdonasi sebagai bentuk dukungan untuk perawatan satwa di dalam kawasan Bandung Zoo. Di dalam area tersebut, kandang-kandang satwa seperti harimau, unggas, primata, dan jerapah tampak ramai.

Banyak pengunjung juga mengabadikan momen liburan keluarga mereka dengan latar belakang satwa menggunakan ponsel. Sebagian lainnya melakukan aktivitas piknik atau 'botram' di area taman.

Agus (42), warga Cibiru, Kota Bandung, mengaku mengetahui informasi kunjungan donasi dari seorang teman. Ia datang bersama keluarga khusus untuk berdonasi pakan satwa, karena mendengar hari itu merupakan hari terakhir kunjungan.

"Saya berdonasi buat bantu pakan satwa," kata Agus.

Antusiasme Masyarakat Terhadap Program Donasi

Agus Alfa (45), warga Cimahi, datang sekitar pukul 11.00 WIB bersama keluarganya. Ia mengaku sengaja datang karena antusiasme masyarakat yang tinggi, terutama dengan adanya informasi kunjungan gratis melalui infak dan donasi.

"Sempat tahu dari Facebook dan Instagram. Katanya digratiskan, tapi bisa infak buat makanan satwa. Saya donasi uang untuk bantu pakan," kata Agus.

Ia menambahkan kunjungan ini menjadi pengalaman pertama bagi anak bungsunya dan berkesan sebagai sarana edukasi. Ia membandingkan kondisi Bandung Zoo saat ini dengan kunjungannya 14 tahun lalu, di mana satwa dan wahana seperti perahu serta angsa masih ada.

"Terakhir berkunjung itu 14 tahun sama anak pertama, dulu satwanya masih banyak, wahana seperti perahu dan angsa masih ada. Sekarang kelihatan kurang terawat ya. Harapannya dari pemerintah ada bantuan, dan dari pengunjung juga bisa bantu lewat donasi atau bawa sayuran," ujarnya.

Putrinya, Amanda (10), mengaku senang bisa berkunjung ke Bandung Zoo untuk pertama kali.

"Paling senang lihat singa sama ular. Pengen lihat gajah juga. Seneng liburan ke sini," katanya.

Antrean Panjang dan Perlu Evaluasi Sistem

Cepi Hogi Hadiana (45), warga Kopo, Kabupaten Bandung, datang sejak pukul 09.00 WIB bersama sembilan anggota keluarganya. Ia menyebut antrean cukup panjang, menandakan tingginya antusiasme warga, khususnya dengan kebijakan kunjungan tanpa tarif berbasis donasi.

"Ini jadi daya tarik tersendiri buat pengunjung. Anak-anak senang, riang, bahkan pengen datang lagi besok. Tapi katanya besok terakhir," ujar Cepi.

Ia mengetahui informasi tersebut dari media sosial dan cerita dari mulut ke mulut. Menurutnya, kebijakan ini disambut baik oleh masyarakat Bandung, namun sistem kunjungan perlu dievaluasi.

"Kalau gratis memang membeludak. Menurut saya lebih baik ditarif tapi jangan mahal," katanya.

Lonjakan Pengunjung dan Kebijakan Operasional

Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi'i, menyatakan bahwa lonjakan pengunjung selama liburan tahun baru ini cukup tinggi. Ia menilai antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa Bandung Zoo masih menjadi tujuan wisata favorit di Bandung.

"Sampai hari ini total pengunjung dari pertama masuk, pertama kembali sampai hari berakhir, mungkin 60.000 orang lebih. Plus hari ini ya, mungkin 60.000an lebih," ujarnya.

Sulhan menambahkan, Bandung Zoo sempat mencoba melakukan registrasi pengunjung di awal, namun karena jumlah yang terus membeludak, langkah tersebut dilonggarkan demi menghindari risiko keselamatan.

"Terus terang saja, kita mencoba memasangkan, meregister pengunjung. Untuk tahap awal bisa, tapi kalau udah banyak kayak gini tuh, kalau kita tahan di depan itu ya mereka takut-takut malah merobohkan pagar. Jadi kita loskan, karena wali kota udah bilang ini taman publik, taman hijau," tutur Sulhan.

Meskipun dibuka untuk publik, jam operasional Bandung Zoo dibatasi hingga pukul 14.00 WIB. Pembatasan dilakukan demi menjaga keselamatan pengunjung dan satwa, mengingat kebun binatang menampung sekitar 711 ekor satwa.

"Kalau normal ini sampai jam 5, sekarang kita batasi untuk keselamatan pengunjung dan satwa," katanya.

Dalam kondisi tersebut, pengelola mengerahkan seluruh karyawan, terutama petugas penjaga satwa, untuk meningkatkan pengawasan. Koordinasi lintas instansi juga dilakukan dengan Polsek, Satpol PP, dan BKSDA Jabar yang menurunkan petugas setiap hari untuk bersiaga, melakukan himbauan, dan fokus pada pengawasan satwa.

"Kondisinya sejauh ini kondusif," katanya.

Aturan Pengunjung dan Donasi

Mengingat kondisi kunjungan yang membeludak, Bandung Zoo menerapkan kebijakan meniadakan seluruh aktivitas pemberian pakan oleh pengunjung. Sulhan menegaskan, tidak ada lagi penjualan maupun pemberian pakan satwa secara langsung.

"Sekarang kita menjaga satwanya lebih ketat aja. Jadi, tidak ada boleh yang ngasih makan. Kalau ada yang ngasih feeding, langsung larang. Karena kita kan nggak tahu nanti pakannya dari mana," tegasnya.

Pertunjukan edukatif hanya digelar sekali sehari pada pukul 11.00 WIB, sementara sesi foto satwa tertentu masih diperbolehkan.

Terkait donasi, Sulhan menyebut antusiasme masyarakat masih tinggi dalam berdonasi pakan. Donasi datang dari warga Bandung, luar daerah, komunitas, individu, hingga pelaku usaha.

"Kemarin itu mereka memberikan ayam itu 20 karung. Terus banyak individu yang datang hanya memberikan jagung sekarung. Ada yang memberikan ayam 20 ekor atau bahkan yang cuma memberi nasi, kita terima semua," katanya.

Pengelola mengimbau pengunjung tetap menjaga ketertiban di area Bandung Zoo. Aktivitas piknik diperbolehkan, namun dengan aturan internal seperti pembatasan penggunaan pengeras suara, larangan merokok sembarangan, dan kewajiban menjaga kebersihan.

"Kita persilahkan menikmati ruang terbuka hijau ini, mau botram boleh, tapi mohon jaga ketertiban. Sampah mohon dibuang pada tempatnya, kita juga siapkan trash bag dan petugas," ujarnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan