Hari Pertama di Kapal Pesiar Anthem of The Sea (Seri 8)


Di dalam kamar nomor 168 lantai 11, kami berdua berdiri di teras, menikmati pemandangan yang indah. Tampaklah lukisan yang menggambarkan keindahan ciptaan Tuhan. Rasa syukur kepada-Nya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bayangkan saja, di usia 82 tahun, kami berdua diberikan kesehatan jasmani dan rohani serta kesempatan untuk menikmati perjalanan menggunakan kapal pesiar Anthem of the Sea, salah satu kapal mewah yang dimiliki The Royal Caribbean Cruise.

Sambil berpegangan tangan, kami memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan. Belasan tahun silam, kami juga pernah melakukan perjalanan dengan kapal pesiar Volendam ke Alaska. Pada masa itu, bagi kami Volendam sudah sangat besar dan megah. Namun dibandingkan dengan Anthem of the Sea, kapal tersebut seperti orang biasa dibandingkan dengan raksasa.

Kami bertemu dengan seorang kru kapal yang memperkenalkan dirinya sebagai Aditria, kepala bidang Housekeeping. Ketika melihat suami saya memakai batik, dia langsung bertanya, "Maaf, bapak orang Indonesia, ya?" Saya menjawab bahwa kami memang dari Indonesia dan sekarang tinggal di Australia. Menurut Aditria, banyak awak kapal berasal dari Indonesia. Jika ada pertanyaan, bisa menghubungi dia di nomor 357533.

Perjalanan kapal mulai berlayar menuju Selandia Baru. Selama perjalanan, penumpang dapat menikmati makan pagi, siang, dan malam di lantai 14 dan lantai 4. Di lantai 14, terdapat restoran all you can eat, sedangkan di lantai 4 tersedia pizza, kue-kue, serta berbagai minuman hangat atau dingin sesuai selera.

Pada hari pertama di atas kapal, kami sarapan di lantai 14 di restoran "All You Can Eat" yang buka pada pukul 6.30 pagi. Tempat ini sangat ramai. Kami memilih makanan ringan seperti jeruk, kue, puding, dan teh. Kami juga mengambil ikan salmon dan roti.

Siangnya, kami makan pizza, sedangkan malam harinya kami kembali ke restoran all you can eat.

Kesimpulan: Kapal terus berlayar menuju Selandia Baru sementara berbagai acara terus berlangsung. Di atas kapal pesiar ini, terdapat toko-toko beragam dan ruangan khusus untuk berbagai acara, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Namun, kami berdua memilih untuk menjadikan perjalanan ini sebagai perayaan ulang tahun pernikahan ke-60 kami. Kami berdiri di teras kamar kami, menikmati pemandangan alam yang indah dengan penuh rasa syukur kepada Tuhan.

Satu lagi impian kami untuk berkunjung ke Selandia Baru akhirnya menjadi kenyataan. Semua ini semakin memperkuat rasa syukur kami kepada Tuhan. Karena dianugerahi kesehatan lahir batin, di usia 82 tahun lebih, kami diberikan kesempatan untuk honeymoon bersama pasangan hidup.

Catatan tambahan: Kisah perjalanan kami dengan kapal pesiar The Royal Caribbean Cruise ini sama sekali bukan maksud untuk pamer diri. Melainkan ingin saling berbagi pengalaman hidup yang diharapkan bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi siapa pun yang sedang bekerja keras untuk mengubah nasib. Kami berdua adalah saksi hidup bahwa bagi Tuhan, tidak ada yang mustahil. Bagi siapa pun yang mau bekerja keras dan berdoa, impian hidup bisa tercapai.

Terima kasih kepada semua sahabat di aiotrade yang telah menyempatkan untuk berkunjung ke tulisan ini.

11 Desember 2025.

Salam saya,
Roselina.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan