Ringkasan Berita
Endipat Wijaya, anggota DPR RI, diduga menyindir Ferry Irwandi terkait donasi sebesar Rp10 miliar. Endipat memiliki kekayaan yang mencapai hingga Rp12 miliar. Ia juga menyindir pihak-pihak yang ingin disebut paling bekerja di titik bencana.

Mengulik harta kekayaan Endipat Wijaya, anggota Komisi I DPR RI dari fraksi Partai Gerindra, diduga menyindir aksi relawan yang menyalurkan donasi Rp10 miliar untuk korban banjir di Sumatera. Diduga, sosok relawan yang disindir Endipat adalah Ferry Irwandi. Sebab, Ferry berhasil mengumpulkan dana Rp10,3 miliar hanya dalam 24 jam melalui platform KitaBisa. Kini tak hanya sosok Endipat jadi sorotan, bahkan harta kekayaannya pun disorot. Lantas berapakah hartanya?
Rincian Harta Kekayaan Endipat Wijaya
Endipat Wijaya melaporkan harta kekayaannya pada 9 September 2024. Berdasarkan LHKPN ini, Endipat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 12.493.805.131. Berikut rincian harta kekayaannya:
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 2.500.000.000
1. Tanah Seluas 123 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 1.000.000.000
2. Tanah Seluas 205 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 1.000.000.000
3. Tanah Seluas 105 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 500.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 2.546.000.000
1. MOBIL, SUV PREMIUM GWM TANK 500 HEV Tahun 2024, HASIL SENDIRI Rp. 1.196.000.000
2. MOBIL, HONDA CRV Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 350.000.000
3. MOBIL, TOYOTA ALPHARD Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 1.000.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 52.000.000
D. SURAT BERHARGA Rp. 5.000.000.000
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 2.395.805.131
F. HARTA LAINNYA Rp. ----
Sub Total: Rp. 12.493.805.131
III. HUTANG Rp. ----
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 12.493.805.131
Profil Endipat Wijaya
Endipat Wijaya lahir di Bengkulu pada 31 Mei 1984. Ia menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara dan melanjutkan studi Teknik Metalurgi di ITB Bandung, lulus pada 2006. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan di Swiss German University pada 2019 dengan jurusan Manajemen. Karier profesionalnya dimulai sebagai teknisi di Double A Group selama dua tahun sebelum bergabung dengan PT Kaltim Prima Coal di Kalimantan Timur. Pada 2011, Endipat memulai perjalanan politiknya dengan bergabung Partai Gerindra sambil tetap aktif sebagai manajer di PT Nusantara Energy. Kedekatannya dengan pimpinan Gerindra, termasuk Prabowo Subianto, memperlancar karier politiknya. Endipat menjadi anggota DPR periode 2024-2029 dan tergabung di Komisi I DPR RI, yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan informasi bidang penting di era digital dan geopolitik global.
Diduga Menyindir Ferry Irwandi
Sebelumnya, anggota DPR Endipat Wijaya diduga menyindir aksi Ferry Irwandi saat Komisi I menggelar rapat kerja dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Senin (8/12/2025) kemarin. Endipat awalnya memberikan masukan kepada Menkomdigi, Meutya Hafid agar lebih masif menyebarluaskan kinerja pemerintah dalam penanganan bencana di Pulau Sumatra. "Kami mohon Ibu fokus nanti ke depan Kementerian Komdigi ini -informasi itu sehingga enggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini sok paling-paling di Aceh, di Sumatera dan lain-lain," katanya dikutip dari kanal YouTube Komisi I DPR RI Channel, Selasa (9/10/2025). Meski tidak secara eksplisit menyebut nama Ferry, Endipat menyindir, ada pihak-pihak yang ingin disebut paling kerja di titik bencana. Endipat juga tidak terima tudingan pemerintah tidak hadir ketika memberikan bantuan kepada korban. "Ada namanya orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh. Padahal negara sudah hadir dari awal ada orang baru datang baru bikin satu posko ngomong pemerintah gak ada.Padahal pemerintah sudah bikin ratusan posko di sana." "Jadi yang kira-kira yang seperti-seperti itu Bu mohon jadi atensi dan dikembangkan sama Komdigiuntuk menjadi informasi publik yang sehingga publik itu tahu kinerja pemerintah itu sudah ada dan memang sudah hebat," tegasnya. Ia menyebut, negara justru memberikan kontribusi jauh lebih besar secara nominal. "Orang perorang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara sudah triliun-triliunan ke Aceh itu Bu. Jadi yang kayak gitu mohon dijadikan perhatikan perhatian sehingga ke depan tidak ada lagi informasi yang seolah-olah negara tidak hadir di mana-mana. Padahal negara sudah hadir sejak awal di dalam penanggulangan bencana," imbuh Endipat.
Respons Ferry Irwandi
Sementara, pihak Ferry juga sudah memberikan respon lewat akun Instagram pribadinya. "Bang tolong datangi anggota DPR yang ngatain ada," tulis seorang warganet, dikutip Tribunnews.com. "Gpp dia bener kok. udah santai saja," jawab Ferry di kolom komentar. Ferry di instastory juga mengakui donasi Rp10 miliar yang ia kumpulkan masih kurang. Ia berharap bisa memberikan lebih kepada para korban. "Gue malah ngerasa kurang euy (Rp10 miliar), beneran. I wish i can do more." "Maaf ya teman-teman, sekali lagi maaf," tulis Ferry. Mantan ASN Kementerian Keuangan itu turut menanggapi pernyataan Endipat soal pemerintah sudah menggelontorkan anggaran triliunan. Hal tersebut bagus karena Aceh butuh segera dipulihkan. "Syukurlah karena Aceh emang butuh percepatan," ujar Ferry.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar