
NANGA BULIK, nurulamin.pro.CO
– Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Lamandau beberapa hari terakhir memicu ancaman baru bagi warga. Ular berbisa mulai masuk ke permukiman. Habitat alami mereka yang terendam air membuat reptil berbahaya ini mencari tempat kering, termasuk di sekitar rumah penduduk.
Kepala Satpol PP dan Damkar Lamandau, Aprimeno Sabdey, menegaskan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ular kobra yang kerap muncul selama musim hujan.
“Ular kobra sangat berbahaya karena bisa yang dimilikinya mematikan. Warga tidak boleh bertindak gegabah,” ujar Aprimeno, Sabtu (3/1).
Aprimeno mengingatkan, jika warga menemukan ular atau hewan berbahaya lainnya, jangan mencoba evakuasi sendiri. Personel Damkar dengan keahlian khusus siap turun tangan untuk menangani secara profesional.
“Kami minta masyarakat segera hubungi Damkar agar penanganan tepat dan aman. Jangan ambil risiko sendiri karena bisa berakibat fatal,” tambahnya.
Imbauan ini muncul setelah tragedi di Desa Batu Ampar, di mana seorang warga meninggal dunia akibat gigitan ular King Kobra saat berusaha mengamankan reptil itu sendiri. Kejadian ini menjadi peringatan keras tentang risiko tinggi saat menghadapi satwa liar tanpa perlindungan dan pengetahuan memadai.
Selain bergantung pada petugas, Aprimeno mengajak warga melakukan pencegahan. Lingkungan bersih dan rapi akan mengurangi tempat persembunyian ular.
“Bersihkan semak di halaman rumah, rapikan tumpukan barang bekas, dan gunakan wewangian menyengat seperti karbol di pintu masuk, karena ular tidak menyukai bau tajam,” jelasnya.
Cuaca ekstrem diprediksi masih berlangsung beberapa hari ke depan. Warga diminta tetap tenang, waspada, dan segera melaporkan setiap temuan ular atau satwa liar kepada pihak berwenang demi keselamatan bersama.
Tindakan Pencegahan yang Harus Dilakukan Warga
Berikut beberapa langkah pencegahan yang disarankan oleh pihak berwenang:
- Bersihkan lingkungan sekitar rumah secara rutin, terutama area yang sering menjadi tempat persembunyian ular.
- Rapikan tumpukan barang bekas atau benda-benda yang bisa menjadi tempat berlindung ular.
- Gunakan bahan-bahan dengan aroma menyengat seperti karbol atau minyak atsiri untuk menghalau ular dari area rumah.
- Hindari memberi makan hewan peliharaan di luar rumah, karena bisa menarik perhatian ular.
- Pastikan semua pintu dan jendela tertutup rapat untuk mencegah ular masuk ke dalam bangunan.
Tips Menghadapi Kehadiran Ular di Sekitar Rumah
Jika warga menemukan ular di sekitar rumah, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Jangan mencoba menangkap atau mengusir ular sendiri.
- Segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau dinas terkait untuk penanganan profesional.
- Jangan membuat gerakan mendadak atau berteriak, karena bisa memicu reaksi agresif dari ular.
- Jika ular sudah masuk ke dalam rumah, segera keluarkan semua anggota keluarga ke luar dan tunggu petugas datang.
- Jangan menggunakan alat-alat sederhana seperti tongkat atau kayu untuk mengusir ular.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Peningkatan kesadaran masyarakat sangat penting dalam menghadapi situasi seperti ini. Dengan memahami bahaya yang ditimbulkan oleh ular berbisa, warga dapat lebih waspada dan mengambil tindakan yang tepat.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjaga ketenangan dan tidak merespons secara emosional terhadap keberadaan ular. Hal ini akan membantu menghindari kejadian yang lebih parah.
Dengan kolaborasi antara pihak berwenang dan masyarakat, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir dan keselamatan warga dapat terjaga.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar