Hebat! Siswa SMP Surabaya Tanam Ribu Mangrove Cegah Abrasi

Inisiatif Siswa SMP Negeri 1 Surabaya dalam Menanam Mangrove

Di tengah perhatian yang semakin meningkat terhadap isu lingkungan, seorang siswa SMP Negeri 1 Surabaya, Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto, menunjukkan komitmen luar biasa dalam menjaga kelestarian pesisir kota. Ia menginisiasi penanaman ribuan tanaman mangrove untuk mencegah kerusakan di wilayah pesisir Kota Pahlawan.

Harley menyadari pentingnya mangrove sebagai benteng alami yang mampu meredam gelombang besar, menahan abrasi, serta mengurangi risiko banjir dan tsunami. Keberadaannya sangat vital bagi kesejahteraan ekosistem pesisir. "Saya ingin Surabaya tetap aman. Mangrove bisa melindungi kita. Selama saya bisa menanam, saya akan terus menanam," ujarnya dengan penuh semangat.

Upaya Konservasi yang Luar Biasa

Dalam upayanya, Harley telah membudidayakan lebih dari 18.200 mangrove dan menjadi inisiator gerakan konservasi bernama Mangrove Warrior. Ia bekerja sama dengan para petani tambak di wilayah Wonorejo dan teman-teman sekolahnya. Kolaborasi ini telah merambah penanaman mangrove di tiga lokasi utama, yaitu Gunung Anyar, Wonorejo, dan Keputih.

Harley juga memperhatikan variasi jenis mangrove yang ditanam sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Terdapat enam jenis mangrove yang ditanamnya, yakni Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Sonneratia caseolaris, Bruguiera gymnorhiza, Bruguiera cylindrica, dan Ceriop. Jenis-jenis ini dipilih berdasarkan struktur tanah dan tingkat salinitas di kawasan pesisir Surabaya.

Target Penanaman yang Ambisius

Harley memiliki target penanaman 25 ribu mangrove hingga akhir Desember 2025. Selain itu, ia juga berencana menanam 40 ribu mangrove di kawasan pesisir Surabaya pada tahun 2026. Tujuan dari target ini adalah untuk menjaga pesisir Surabaya agar tetap kuat menghadapi ancaman banjir, abrasi, dan tsunami.

Selain kegiatan pembibitan dan penanaman, Harley juga mengembangkan berbagai macam produk olahan dari mangrove sebagai model ekonomi kreatif berbasis konservasi. Inovasi ini menunjukkan bahwa mangrove tidak hanya berfungsi sebagai pelindung ekologis pesisir, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai sumber ekonomi kreatif yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Produk-produk tersebut mencakup sirup, kecap, sampo, kondisioner, vitamin rambut, serta pewarna batik. Dengan demikian, mangrove menjadi salah satu solusi yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan.

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengakui langkah konkret Harley untuk menanam ribuan bibit hingga tanaman mangrove sebagai upaya mitigasi menghadapi perubahan lingkungan yang masif. "Di saat isu lingkungan terkait perubahan iklim ini ramai dibicarakan, tapi hanya kerusakan alam dan bencananya saja yang terekspos. Mereka tidak pernah melihat masih ada warga yang peduli lingkungan dan aktif melakukan mitigasi serta adaptasi terhadap perubahan iklim," ujar Dedik.

Ia menilai keberhasilan Harley menunjukkan bahwa inisiatif dari anak muda dapat memberikan dampak yang signifikan. Oleh karena itu, DLH akan melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah untuk menggandeng para siswa-siswi turut serta menanam mangrove di wilayah pesisir untuk mencegah bencana di kemudian hari.

"Bayangkan jika efek gerakan ini dicontoh dan ditiru teman-temannya. Bukan hanya semangatnya, tetapi juga inisiasi-inisiasi yang digagasnya merupakan implementasi pemikiran untuk melindungi bumi ini," pungkas Dedik.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan