Hentikan Fast Fashion! Etika di Balik Estetika Pakaian Bertanggung Jawab

Gaya Busana Gen Z dan Dampaknya terhadap Lingkungan

Di tengah perkembangan dunia mode, gaya busana menjadi salah satu aspek yang sangat diperhatikan oleh banyak orang, terutama generasi Z. Salah satu tren yang sedang viral di kalangan mereka adalah outfit check, yang membuat banyak orang berlomba-lomba untuk memiliki penampilan yang unik sesuai dengan gaya masing-masing.

Banyak istilah kini digunakan untuk menggambarkan look seseorang. Misalnya, istilah cewek kue digunakan untuk perempuan dengan pakaian berwarna cerah pastel, sedangkan girly look menunjukkan penampilan yang terkesan cute. Di sisi lain, ada juga outfit skena yang menggunakan warna gelap seperti hitam, coklat, atau abu-abu, dengan ciri khas pakaian oversize.

Sebagai generasi yang sangat memperhatikan mode, penting bagi kita untuk lebih aware dalam memilih pakaian. Karena dari outfit yang kita gunakan bisa memberikan dampak terhadap lingkungan dan bumi kita.

Apa Itu Fast Fashion?

Mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan istilah fast fashion. Istilah ini merujuk pada industri yang memproduksi pakaian secara cepat, dalam skala besar, dan selalu mengejar tren terbaru. Banyak orang terjebak dalam fast fashion karena harganya yang terjangkau, namun tetap bisa tampil trendy.

Namun, tidak semua brand hanya fokus pada keuntungan. Ada beberapa brand yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan. Salah satunya adalah Sejauh Mata Memandang, sebuah brand lokal yang berkomitmen pada pengembangan mode yang berkelanjutan.

Brand Lokal yang Peduli Lingkungan

Chitra Subyakto, pemilik sekaligus desainer dari Sejauh Mata Memandang, mengatakan bahwa brand ini didirikan dengan tujuan untuk menciptakan usaha yang bertanggung jawab tanpa meninggalkan sampah. Pada 2019-2020, Chitra menyadari bahwa bumi tidak dalam kondisi baik, sehingga ia ingin membangun bisnis yang tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga menjaga lingkungan.

Setiap pembelian satu produk dari Sejauh Mata Memandang akan diikuti dengan penanaman pohon di Leuser, Aceh. Ini merupakan bentuk kontribusi nyata terhadap pelestarian alam.

Kerja Sama dengan Yayasan dan Pengrajin Lokal

Sejauh Mata Memandang bekerja sama dengan Yayasan Haka dan Forum Konservasi Leuser di Aceh. Kerja sama ini telah berlangsung selama sekitar lima tahun. Saat ini, pohon-pohon yang ditanam mulai berkembang, bahkan ada burung-burung dan orang utan yang mulai tinggal di area tersebut.

Dalam proses produksinya, Chitra juga menggandeng para pengrajin lokal dari berbagai daerah. Untuk mempromosikan karya mereka, Chitra membuat akun media sosial @studiosejauh. Akun ini berfungsi sebagai platform transparansi, di mana siapa pun bisa berkolaborasi.

“Kita bekerja dengan siapa saja. Jadi orang biasa, desainer, brand, atau perusahaan ingin membuat sesuatu yang lebih bertanggung jawab bisa lebih mudah mendapatkan informasi,” kata Chitra.

Kolaborasi yang Menumbuhkan Kesadaran

Chitra tidak masalah jika ada brand lain yang menggunakan pengrajin yang sama dengannya. Justru ia senang jika semakin banyak brand yang peduli terhadap isu lingkungan. Ia percaya bahwa semakin banyak orang yang berkontribusi, semakin baik untuk masa depan bumi.

Selain itu, Chitra juga mengingatkan bahwa banyak brand Indonesia yang memproduksi pakaian di luar negeri. Hal ini justru membuatnya prihatin, karena seharusnya produk-produk lokal bisa diproduksi di dalam negeri.

Peran Generasi Muda dalam Mengurangi Fast Fashion

Meskipun tidak mudah untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya produk ramah lingkungan, Chitra melihat bahwa generasi muda, terutama Gen Z, sudah sangat concern dengan isu ini. Mereka mulai sadar akan dampak dari fast fashion terhadap lingkungan.

Chitra juga menyebutkan bahwa thrifting (membeli pakaian bekas) merupakan cara lain untuk mengurangi konsumsi fast fashion. Ia berharap generasi muda tetap aware akan dampak dari pakaian yang mereka pakai, karena dampaknya akan dirasakan oleh kita semua di masa depan.

Jika bukan kita yang menjaga lingkungan, siapa lagi?

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan