Hiasan Natal di Balai Kota Surabaya Jadi Spot Foto Favorit Warga

Pohon Natal di Halaman Balai Kota Surabaya Menjadi Tengara Kebanggaan Warga

Di halaman luar Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, terdapat enam pohon natal dengan berbagai ukuran yang menarik perhatian warga. Pohon-pohon ini tidak hanya menjadi dekorasi biasa, tetapi juga simbol kebersamaan dan toleransi antar umat beragama.

Pada malam hari, cahaya lampu LED warna-warni yang menyelimuti setiap sudut pohon natal membuatnya tampak lebih indah. Di salah satu pohon natal berbentuk papan, tulisan "Chrismas" terpampang jelas. Selain itu, enam kubus yang dihiasi pita juga menjadi bagian dari dekorasi tersebut, sebagai lambang hadiah.

Cahaya yang berkilauan dari pohon natal ini menjadi simbol cinta dan harapan yang tak pernah padam. Meskipun dirayakan oleh umat Nasrani, hiasan ini juga bisa dinikmati oleh seluruh warga Surabaya.

Warga Terkesan dengan Dekorasi Natal

Sriatun (43), seorang warga Tambaksari, mengatakan bahwa ia tidak berniat untuk berfoto di dekorasi Natal. Ia hanya ingin menghilangkan suntuk di rumah dengan keliling di jalanan sebentar.

“Tadi dari rumah niatnya untuk cari udara karena suntuk di rumah. Terus senang lihat ornamen gini jadi pemandangan ya sudah berhenti sebentar,” ujarnya.

Menurut Sriatun, dekorasi Natal ini unik. Namun sayangnya, tidak terpajang setiap hari, hanya di momen-momen tertentu seperti hari perayaan agama.

Endang (33), warga Tambaksari lainnya, mengatakan bahwa ia sering mampir ke halaman luar Balai Kota saat malam usai berkeliling menikmati udara malam. Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Surabaya yang turut merayakan hari besar setiap agama.

“Perlu sebenarnya (pasang ornamen). Karena lebih bagus, jadi lebih meriah,” tuturnya.

Farid (40), warga Dukuh Kupan, mengajak ketiga anaknya dan istri untuk bersantai menggelar tikar di halaman luar Balai Kota. Ia dan istrinya lumayan sering bersantai di halaman Balai Kota Surabaya untuk menghilangkan penat di rumah, terlebih di akhir pekan.

“Kalai Minggu kan Taman Surya Balai Kota ini dibuka. Jadi ke sini buat main sama anak-anak, ada banyak jajanan juga,” tuturnya.

Farid dan istrinya turut senang melihat perayaan hari besar agama tidak hanya dirayakan penganut saja, tetapi juga seluruh warga untuk membangun kerukunan dan toleransi.

Peran Pemkot Surabaya dalam Merayakan Hari Besar Agama

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Kota Surabaya, Myrna Augusta Aditya Dewi, menjelaskan bahwa pemasangan dekorasi ini merupakan bagian dari partisipasi aktif Pemkot Surabaya dalam setiap perayaan hari besar keagamaan.

“Di bulan Desember ini ada perayaan Natal. Sejak awal Pemkot Surabaya menggaungkan bahwa Surabaya adalah kota toleransi. Artinya, setiap perayaan keagamaan dirayakan bersama melalui dekorasi tematik yang menyesuaikan,” ujar Myrna.

Dekorasi Natal ini tidak hanya terpasang di halaman Balai Kota Surabaya, tetapi juga di Balai Pemuda, dan kawasan Tunjungan, Jalan Panglima Sudirman hingga Monumen Bambu Runcing, dengan rencana pengembangan ke Jembatan Yos Sudarso.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan