Hikmah Zikir Nabi Ibrahim dalam Peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad

Hikmah Zikir Nabi Ibrahim dalam Peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad

Zikir yang Diajarkan Nabi Ibrahim kepada Nabi Muhammad dalam Peristiwa Isra Miraj

Peristiwa Isra Miraj adalah salah satu perjalanan agung yang dilalui oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam perjalanan tersebut, beliau berangkat dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsho di Yerussalem dalam waktu semalam. Selain itu, Nabi Muhammad juga melakukan perjalanan dari bumi menuju langit ke tujuh, lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha.

Sidratul Muntaha menjadi titik akhir perjalanan Nabi Muhammad untuk menerima perintah salat lima waktu. Ketika sampai di langit ketujuh, Nabi Ibrahim mengajarkan sebuah zikir yang akan menjadi tanaman subur di surga. Zikir ini merupakan warisan dzikir yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim kepada Nabi Muhammad.

Berikut adalah dzikir yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim kepada Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Miraj:

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
Laa haula walaa quwwata illa billah

Artinya:
“Tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah.”

Kisah tentang dzikir ini dapat dilihat dari hadis yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al Anshari ra. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa pada malam Isra, Nabi Muhammad melewati Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim bertanya kepada malaikat Jibril, “Siapa yang bersamamu wahai Jibril?” Malaikat Jibril menjawab, “Muhammad.” Lalu Nabi Ibrahim meminta Nabi Muhammad untuk menyampaikan pesan kepada umatnya agar memperbanyak membaca dzikir yang akan menjadi tanaman surga. Ia menjelaskan bahwa tanahnya subur dan lahannya luas.

Nabi Muhammad kemudian bertanya, “Apa itu ghirosul jannah (tanaman surga)?” Nabi Ibrahim menjawab, “Laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah).”

Hadis ini memiliki sanad yang dhaif, tetapi Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa isi hadis tersebut shahih karena didukung oleh beberapa penguat. Meskipun demikian, mayoritas ulama tidak mewajibkan agar zikir ini dibaca hanya pada malam Isra Miraj. Zikir ini bisa dibaca kapan saja dan dalam keadaan apa pun.

Amalan dzikir Nabi Ibrahim sangat cocok dilakukan jelang dan saat Isra Miraj 27 Rajab. Dzikir ini bukan hanya menjadi bentuk pengingat akan kekuatan Allah, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran kita akan ketergantungan pada-Nya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dengan membaca zikir ini, kita diingatkan bahwa setiap tindakan yang baik atau buruk tidak akan tercapai tanpa izin dan pertolongan Allah. Oleh karena itu, dzikir ini menjadi salah satu amalan yang sangat penting dalam kehidupan spiritual umat Islam.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan