
Progres Signifikan dalam Pemerataan Akses Internet
Hingga 7 Desember 2025, Satelit Multifungsi Nasional SATRIA 1 telah berhasil menghubungkan sebanyak 30.017 titik layanan publik di berbagai wilayah Indonesia. Titik-titik tersebut mencakup sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga fasilitas pertahanan dan keamanan. Setiap lokasi kini mendapatkan akses internet dengan kecepatan hingga 10 Mbps per lokasi.
Capaian ini disampaikan dalam kunjungan kerja media PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII bersama Kementerian Keuangan RI ke Stasiun Satelit SATRIA 1 di Cikarang, Rabu (10/12). Proyek ini menjadi salah satu inisiatif strategis nasional yang diinisiasi oleh BAKTI Komdigi.
Peran PT PII dalam Mendukung Proyek Strategis
Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), PT PII memiliki peran penting dalam memberikan penjaminan pemerintah untuk proyek-proyek infrastruktur seperti SATRIA 1. Komitmen penjaminan pemerintah menjadi faktor kunci keberhasilan proyek ini.
"Melalui dukungan yang kami berikan dalam memberikan penjaminan pemerintah serta capacity building terkait proyek KPBU Satria 1 ini, kami berharap dapat memberikan dampak optimal bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Plt Direktur Utama PT PII Andre Permana. Ia menambahkan bahwa penjaminan pemerintah membantu memperkuat kepercayaan pasar dan mendorong investasi di sektor telekomunikasi.
SATRIA 1 sebagai Fondasi Pemerataan Layanan Internet
SATRIA 1 bukan hanya sekadar proyek satelit, tetapi juga menjadi fondasi pemerataan layanan internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurut Andre, penjaminan pemerintah yang dikelola PT PII menjadi instrumen penting agar proyek dapat memperoleh pembiayaan internasional dan berjalan sesuai tata kelola risiko.
"Satelit ini bertujuan untuk memperkuat akses internet di wilayah yang sulit dijangkau, termasuk untuk sekolah, puskesmas, kantor pemerintah daerah, dan fasilitas pertahanan," ujarnya.
Komitmen Pemerintah dalam Mempercepat Infrastruktur TIK
Direktur Utama BAKTI Komdigi Fadhilah Mathar menyampaikan bahwa SATRIA 1 merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan infrastruktur TIK. "Kehadiran SATRIA 1 diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, pemerintah serta mendorong percepatan transformasi digital yang inklusif di seluruh Indonesia," katanya.
Detail Proyek SATRIA 1
Berdasarkan catatan aiotrade, SATRIA 1 merupakan proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan nilai investasi sekitar Rp 6,42 triliun menggunakan skema Build Operate Transfer (BOT). Proyek dilaksanakan oleh PT Satelit Nusantara Tiga (SNT), dengan Kementerian Komunikasi dan Digital sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama dan BAKTI sebagai delegasi pelaksana.
Hingga saat ini, SATRIA 1 didukung oleh 11 gateway yang tersebar di berbagai kota seperti Batam, Pontianak, Banjarmasin, Cikarang, Manado, Ambon, Kupang, Manokwari, Timika, Jayapura, dan Tarakan. Kinerja layanan satelit ini melampaui standar minimum, dengan Service Level Agreement (SLA) periode Mei 2024–Agustus 2025 mencapai lebih dari 99,5 persen.
Kesimpulan
Proyek SATRIA 1 menjadi contoh nyata komitmen pemerintah dalam mempercepat pemerataan akses internet di seluruh Indonesia. Dengan dukungan dari PT PII dan berbagai pihak terkait, proyek ini tidak hanya memperkuat infrastruktur TIK, tetapi juga memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat di wilayah 3T. Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan digitalisasi di tanah air.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar