PR JATENG - Jagung umumnya identik dengan proses perebusan atau pembakaran sebelum dikonsumsi. Namun, anggapan itu seolah terpatahkan oleh Hokkaido Tomorokoshi, jagung manis premium asal Jepang yang disebut-sebut dapat dimakan langsung tanpa perlu dimasak.
Keunikan jagung ini kembali menyita perhatian warganet setelah sebuah video yang diunggah akun Facebook Jelabum memperlihatkan tekstur dan kadar air jagung yang tak biasa.
Dalam video tersebut, biji jagung tampak sangat lembut dan berair, bahkan mengeluarkan cairan putih menyerupai susu saat ditekan.
“Hokkaido Tomorokoshi ini jagung manis premium. Bisa langsung dimakan tanpa direbus karena rasanya manis alami dan teksturnya sangat lembut,” ujar narasi dalam video yang diunggah akun Jelabum, dikutip hari Sabtu 3 Januari 2026.
Jagung ini berasal dari wilayah Hokkaido, Jepang, daerah yang dikenal memiliki iklim sejuk dengan perbedaan suhu siang dan malam yang cukup ekstrem.
Kondisi alam tersebut disebut berperan besar dalam meningkatkan kandungan gula alami pada tanaman jagung.
Selain faktor iklim, tanah vulkanik Hokkaido yang subur juga menjadi penentu kualitas Tomorokoshi.
Jagung ini umumnya dipanen pada pagi hari, saat kadar manis berada pada titik tertinggi.
Hasilnya, biji jagung memiliki rasa manis alami menyerupai susu, tekstur sangat lembut, serta kandungan air yang tinggi.
Dalam video yang sama, diperlihatkan bagaimana biji jagung dapat pecah hanya dengan ditekan menggunakan jari.
Bahkan, cairan putih manis keluar dari dalam biji, menandakan tingginya kadar gula dan air.
“Saking lembutnya, ditekan sedikit saja sudah keluar cairan manis seperti susu,” tutur perekam video tersebut.
Karakter inilah yang membuat Hokkaido Tomorokoshi aman dan nikmat dikonsumsi mentah, langsung setelah dipanen, tanpa perlu melalui proses perebusan atau pembakaran seperti jagung pada umumnya.
Meski demikian, di Jepang, jagung ini tetap sering disajikan dalam kondisi segar untuk menjaga kualitas rasa dan teksturnya.
Fenomena jagung manis premium ini pun menambah daftar kekayaan pangan unik Jepang yang lahir dari perpaduan alam, teknologi pertanian, dan budaya konsumsi yang khas.***
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar