
Kehidupan Keluarga Faizah Soraya yang Terungkap
Kasus pembunuhan yang menimpa Faizah Soraya, seorang ibu yang dibunuh oleh anak kandungnya sendiri, telah mengungkap beberapa fakta penting tentang kehidupan keluarganya. Menurut informasi yang diperoleh dari kepala lingkungan setempat, Faizah dan suaminya, Alham Wumala Siagian, tidak tinggal dalam satu ranjang. Mereka memilih tidur pisah ranjang.
Pada malam pembunuhan, Faizah ternyata tidur bersama kedua putrinya di lantai satu rumahnya. Sementara itu, Alham, suami Faizah, tidur sendirian di lantai dua. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara Faizah dan Alham mungkin sedang tidak harmonis.
Selain itu, di akun media sosial Faizah, tidak pernah terlihat postingan kebersamaan dengan suaminya. Meskipun ia pernah membagikan video bersama suami dan kedua anaknya di TikTok, video tersebut diunggah pada tahun 2020, ketika anak-anaknya masih kecil. Di Instagram, Faizah juga tidak pernah memposting foto atau konten yang menunjukkan kebersamaan dengan Alham.
Faizah dan Alham diketahui memiliki dua putri. Anak pertama mereka sedang duduk di bangku SMA, sementara anak bungsu merupakan siswi kelas 6 SD. Kasus pembunuhan ini pertama kali diketahui oleh putri pertama mereka. Ia menemukan ibunya tewas bersimbah darah dalam kamar rumahnya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara, pada Rabu (10/11/2025).
Berdasarkan informasi yang beredar, Faizah sempat memarahi anak pertamanya sebelum kejadian. Setelah itu, Faizah dan kedua putrinya tidur di kamar lantai satu. Sementara Alham, suami Faizah, tidur di kamar lantai dua. Jasad Faizah pertama kali ditemukan oleh sang anak pertama pada pukul 04.30 WIB. Ia kemudian teriak histeris saat mendapati ibunya terkapar bersimbah darah.
Dari informasi yang sama, disebutkan bahwa si bungsu memegang pisau. "Sekira pukul 04.30 WIB sdri A (anak pertama) berteriak memanggil papanya dan berusaha menenangkan sdri A (anak kedua) yang sedang memegang pisau," tulis dalam laporan.
Mendengar teriakan putrinya, Alham langsung turun dari lantai dua. Ia pun syok mendapati Faizah sudah dalam kondisi terkapar berlumuran darah.
Penanganan Kasus Pembunuhan
Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto mengatakan, sang anak bungsu yang memegang pisau itu kini sudah diamankan. "Sudah dibawa ke Polrestabes Medan," kata Bayu Putro. Ia mengungkap kalau gadis berinisial SAS itu kini sedang menjalani pemeriksaan. "Kini masih proses pendalaman," katanya.
Dari kejadian ini diketahui pula kalau Faizah dan suaminya Alham tidur pisah ranjang. Hal itu diungkap Alham ke Kepala Lingkungan V Tanjung Rejo, Suhartono. Usai kejadian pembunuhan itu, Alham bercerita kalau ada kejadian yang diduga memicu sang anak marah. Hal itu dikarenakan korban sempat memarahi putri pertamanya.
Berdasarkan cerita Alham, kata Tono, si bungsu tidak terima ketika ibunya memarahi sang kakak. "Tadi saya tanya ayahnya, semalam kakaknya dimarahin sama korban," katanya. Atas tindakan tersebut, SAS merasa tersinggung dan berusaha membela sang kakak. "Adiknya tersinggung atau apa makanya diapain (dibunuh)," kata Tono.
Suhartono juga mengatakan kalau Alham dan Faizah Soraya tidak tidur satu kamar. Mereka beda ranjang. "Ayahnya di lantai dua," katanya. Sebagai penanggung jawab lingkungan, Tono menilai hubungan Faizah dengan korban sangat akrab. Setiap pagi ia sering melihat Faizah Soraya mengantar anak-anaknya sekolah. "Akrab seperti anak sama mama," katanya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar