
Cuaca Ekstrem di Kota Bogor, Hujan Deras Berulang Terjadi
Hujan deras kembali mengguyur wilayah Kota Bogor pada Jumat (12/12/2025) siang. Kondisi cuaca yang tidak menentu ini terpantau di berbagai titik, termasuk kawasan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Hujan yang turun disertai angin kencang membuat situasi menjadi lebih memprihatinkan.
Curah hujan yang terjadi terus berubah-ubah dalam waktu singkat. Awalnya, hujan yang turun tergolong sedang dengan langit gelap. Namun, beberapa saat kemudian hujan mereda, lalu tiba-tiba kembali deras disertai angin kencang. Beberapa menit setelahnya, hujan kembali mereda dan berubah menjadi gerimis. Tak lama, hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut. Hal ini terus terjadi secara berulang-ulang, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap waspada.
Menurut Alita Nuraeni dari Stasiun Klimatologi Jawa Barat, kondisi cuaca ekstrem ini diprediksi masih akan terjadi hingga awal tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa prakiraan curah hujan Desember 2025 hingga awal tahun baru nanti menunjukkan adanya potensi hujan dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi.
"Prakiraan curah hujan Desember ini hingga awal tahun baru nanti kita dapat prakirakan bahwa curah hujan dengan kategori tinggi hingga sangat tinggi," ujarnya dalam diskusi Tribun Talk.
Alita menyebutkan bahwa kondisi ini didasari oleh pengaruh Lanina lemah yang masih aktif dan indeks IOD (Indian Ocean Dipole) yang masih negatif. Dalam analisis dinamika atmosfer, angin baratan yang mendominasi wilayah Jawa Barat pada November membawa pasokan uap air hangat. Selain itu, suhu muka laut di sekitar Jawa yang hangat juga memberikan suplai air untuk pembentukan awan hujan.
Selain itu, suhu muka laut di Samudera Pasifik Timur yang menunjukkan kondisi Lanina lemah dan indeks IOD -0,8 juga turut berkontribusi terhadap intensitas hujan yang tinggi.
"Potensi curah hujan tinggi hingga sangat tinggi akan berkurang pengaruhnya oleh nilai indeks IOD yang diperkirakan akan bertambah dari kondisi negatif ke netral," katanya.
Ia menambahkan bahwa pada awal Desember, curah hujan di Bogor masih tinggi dan sangat tinggi. Namun, pada bulan Januari, potensi hujan tersebut diperkirakan akan berkurang.
Faktor Penyebab Cuaca Ekstrem
Beberapa faktor utama yang menyebabkan curah hujan tinggi di wilayah Jawa Barat antara lain:
- Pengaruh Lanina lemah: Kondisi Lanina lemah yang masih aktif memberikan dampak terhadap distribusi hujan.
- Indeks IOD negatif: Indeks IOD yang masih negatif berdampak pada pola sirkulasi udara dan distribusi uap air.
- Angin baratan: Angin baratan yang dominan pada bulan November membawa pasokan uap air hangat ke wilayah Jawa Barat.
- Suhu muka laut yang hangat: Suhu muka laut di perairan sekitar Jawa dan Samudera Pasifik Timur yang hangat meningkatkan suplai uap air untuk pembentukan awan hujan.
Imbauan untuk Masyarakat
Dengan prediksi cuaca yang tidak menentu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan memperhatikan informasi cuaca terkini. Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca dan mengambil langkah-langkah pencegahan jika diperlukan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar