
nurulamin.pro, GAMBIR- Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Minggu malam hingga Senin pagi menyebabkan genangan di sejumlah titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, hingga pukul 09.00 WIB, terdapat genangan di 6 RT dan 4 ruas jalan di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Utara.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Muhammad Yohan mengatakan, genangan terjadi akibat curah hujan yang tinggi, serta luapan sungai di beberapa lokasi.
“Saat ini tercatat ada 6 RT dan 4 ruas jalan yang masih tergenang. Seluruhnya sedang dalam penanganan petugas di lapangan,” kata Muhammad Yohan dalam keterangannya, Senin (12/1/2026).
Jakarta Selatan Paling Terdampak, Pasar Minggu Terendam hingga 95 Cm
Berdasarkan data BPBD, wilayah Jakarta Selatan menjadi kawasan dengan genangan terbanyak.
Di Kelurahan Duren Tiga, genangan terjadi di 1 RT dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter akibat curah hujan tinggi.
Sementara itu, di Kelurahan Pasar Minggu, genangan melanda 3 RT dengan ketinggian air berkisar antara 40 hingga 95 sentimeter.
Selain hujan deras, luapan Kali Krukut turut memperparah kondisi genangan di wilayah tersebut.
“Petugas masih melakukan upaya penanganan di seluruh titik genangan, termasuk di wilayah yang terdampak luapan kali,” kata Yohan.
Jakarta Utara dan Ruas Jalan Tak Luput dari Genangan
Di Jakarta Utara, genangan tercatat terjadi di 2 RT yang berada di Kelurahan Tanjung Priok dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter akibat hujan deras.
Selain permukiman warga, genangan juga merendam empat ruas jalan, yakni Jalan Anggrek di Kelurahan Rawa Badak Utara, Jalan Walang Baru VII A di Kelurahan Tugu Utara, Jalan Rorotan 10 di Kelurahan Rorotan, serta Jalan Taman Stasiun di Kelurahan Tanjung Priok.
BPBD Kerahkan Personel, Targetkan Genangan Cepat Surut
Yohan menjelaskan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah terdampak.
Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi optimal.
“Upaya kami fokus agar genangan bisa surut dalam waktu cepat, sambil menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak,” tuturnya.
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan susulan.
Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan darurat 112 yang beroperasi selama 24 jam.
Berita terkait
Baca berita nurulamin.prolainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar