Hujan deras picu longsor di Sukabumi, akses jalan nasional Bagbagan-Kiaradua lumpuh total

Hujan deras picu longsor di Sukabumi, akses jalan nasional Bagbagan-Kiaradua lumpuh total KORAN-PIKIRAN RAKYAT – Hujan deras yang terus mengguyur memicu bencana longsor di sejumlah titik di Kabupaten Sukabumi. Salah satunya, Jalan Nasional

Bagbagan-Kiaradua, tepatnya di Kampung Cisarakan, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu 11 Januari 2026.

Longsor pertama terjadi sekitar pukul 10.00. Pe­na­ngan­an belum usai, longsor susul­an terjadi sekitar dua jam kemudian. Akibatnya, akses ja­lan lumpuh total.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Simpenan Ajun Komisaris Bayu Sunarti Agus­tina mengatakan, longsor yang terjadi dipicu curah hujan tinggi di wilayah Simpenan sejak Sabtu 10 Januari 2025. Material longsoran menutupi seluruh badan jalan.

Bayu menjelaskan, akses jalan tersebut merupakan jalan nasional penghubung Palabuhanratu-Pajampangan, Kabupaten Sukabumi.

”Saat ini di lokasi jalan ter­sebut belum bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, karena longsoran tanah terus turun. Sedang dilakukan upaya untuk meng­evakuasi material longsoran bersama masyarakat setempat. Kendalanya, cuaca masih hujan sehingga eva­kua­si beberapa kali tertunda,” ujar Bayu.

Informasi yang dihimpun, material tanah, bebatuan hingga dapuran bambu me­nutup badan jalan di dua titik, dengan ketinggian 2-5 me­ter, panjang sekitar 25 meter, dan lebar 6 meter. Akses jalan sementara ditu­tup demi keselamatan pengguna jalan. Meski tidak ada korban jiwa maupun luka, masyar­a­kat yang sedang beraktivitas terdampak dan ha­rus mencari jalan memutar dengan jarak yang cukup jauh.

Selain akibat curah hujan tinggi, menurut Bayu, longsor terjadi akibat kontur tanah yang labil serta perbu­kit­an di sepanjang jalur Bagbagan-Kiaradua, sehingga pa­da saat terjadi hujan de­ngan intensitas tinggi, potensi longsoran sangat memungkinkan terjadi di sepanjang jalur tersebut.

”Setelah mendatangi lokasi langsung dan mengamankan area sekitar, kami langsung berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam dan aparat setempat lainnya guna pena­nganan lebih lanjut. Kebutuhan sementara, berupa alat berat untuk keperluan eva­kuasi material longsor,” kata Bayu.

Diketahui, akses terputus di Jalan Nasional Bagbagan-Kiaradia bukan terjadi kali ini saja. Namun, kejadian ter­sebut terjadi berulang kali.

Jabar istimewa 

Pada hari yang sama, long­sor juga terjadi pada tembok penahan tanah (TPT) ”Jabar Istimewa” di Ja­lan Sukabumi–Sagaranten, tepatnya di Kampung Langkob, Desa/Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Longsor mengakibatkan separuh ba­dan jalan ikut tergerus sehingga arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup.

Kepala Satuan Pelayanan Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Kabupaten Sukabumi III Dinas Binamarga Provinsi Jawa Ba­rat Wisnu Sunjaya membenarkan TPT tersebut me­ngalami longsor pada Ming­gu pagi. Pihaknya telah menginstruksikan jajaran untuk melaku­kan penangan­an.

Di hari yang sama, ruas jalan kabupaten yang melintasi Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, mengalami ambles akibat curah hujan tinggi yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir. Longsor yang mengakibatkan jalan ambles itu terjadi di Kampung Neglasari RT 53 RW 10.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan penanganan darurat, seperti pembersihan material longsor dan penguatan tebing jalan.***

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan