Hujan deras picu longsor hancurkan dinding rumah warga Pamarican Ciamis

Hujan deras picu longsor hancurkan dinding rumah warga Pamarican Ciamis

Peristiwa Longsor di Desa Sidamulih, Ciamis

Pada Jumat (2/1/2026) sore, wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi. Kejadian tersebut memicu longsoran tanah yang menimpa rumah warga di Desa Sidamulih, khususnya di Dusun Karanganyar, RT 14/004. Akibatnya, dinding rumah milik Rasiwa (60) jebol dan mengakibatkan kerusakan serius.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.26 WIB. Hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan tanah di sekitar rumah longsor dan menghantam bangunan. Rumah tersebut memiliki dua lantai dan dihuni oleh Rasiwa serta istrinya. Dinding samping rumah rusak parah, dengan kerusakan mencapai sepanjang 4 meter dan tinggi sekitar 3,5 meter.

Menurut Baehaki Efendi, anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, penghuni rumah tetap tinggal di lantai dua karena kondisi lantai bawah tidak aman untuk ditempati.

Baehaki menjelaskan bahwa penyebab utama longsoran adalah curah hujan yang tinggi, sehingga material tanah tidak mampu menahan beban air. Selain itu, posisi rumah yang dekat dengan timbunan tanah juga memperparah kondisi.

Setelah kejadian, Tagana Kabupaten Ciamis bersama instansi terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen, pendataan, dan koordinasi penanganan darurat. Selain itu, warga setempat juga ikut bergotong royong membersihkan material longsoran dan puing-puing bangunan.

Pembersihan dilakukan secara bertahap dan melibatkan masyarakat sekitar. Saat ini, kerugian material ditaksir mencapai Rp10 juta. Untuk kebutuhan logistik darurat, masih dibutuhkan sembako, terpal, family kit, serta perlengkapan kedaruratan lainnya.

Beberapa unsur yang terlibat dalam penanganan kejadian ini antara lain Pemerintah Kecamatan Pamarican, Pemerintah Desa Sidamulih, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tagana Kabupaten Ciamis, relawan kebencanaan, serta masyarakat setempat.

Tagana Kabupaten Ciamis mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar tetap waspada terhadap potensi bencana. Mereka diminta untuk selalu memantau kondisi cuaca dan menghindari area yang rentan longsor, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.

Penanganan Darurat dan Koordinasi

Dalam penanganan darurat, Tim Tagana dan instansi terkait melakukan beberapa langkah penting:

  • Asesmen dan Pendataan: Tim langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengevaluasi kerusakan dan memetakan kebutuhan.
  • Koordinasi dengan Pihak Terkait: Melibatkan pemerintah daerah, aparat desa, serta lembaga kemanusiaan untuk memastikan respons yang cepat dan efektif.
  • Pembersihan Material: Warga dan relawan bekerja sama membersihkan longsoran dan puing-puing bangunan. Proses ini dilakukan secara bertahap agar aman dan efisien.
  • Pemenuhan Kebutuhan Darurat: Menyediakan logistik seperti sembako, terpal, dan peralatan kedaruratan lainnya untuk membantu keluarga yang terdampak.

Langkah Pencegahan dan Edukasi

Tagana Kabupaten Ciamis juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang tindakan pencegahan bencana. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Memantau cuaca secara berkala dan menghindari area yang rawan longsor.
  • Menghindari membangun rumah di lereng atau dekat dengan timbunan tanah.
  • Membuat rencana evakuasi darurat dan mempersiapkan perlengkapan kedaruratan.

Tindakan Lanjutan

Selain itu, pihak berwenang juga akan melakukan evaluasi terhadap kondisi tanah dan lingkungan sekitar. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada risiko tambahan yang dapat terjadi di masa depan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan