Hujan deras rusak dua pasar di Sleman

Hujan deras rusak dua pasar di Sleman

Dampak Cuaca Ekstrem pada Dua Pasar Tradisional di Sleman

Cuaca ekstrem yang terjadi dalam dua hari terakhir mengakibatkan kerusakan pada dua pasar tradisional di Kabupaten Sleman. Peristiwa ini menyebabkan gangguan aktivitas sebagian pedagang dan pengunjung pasar. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman melaporkan bahwa dua pasar yang terdampak adalah Pasar Sambilegi dan Pasar Potrojayan.

Kerusakan di Pasar Potrojayan

Kepala Bidang Pengelolaan Fasilitas Perdagangan Tradisional Disperindag Sleman, Purwoko Haryadi atau Ipung, melakukan identifikasi kerusakan di lapangan. Pada Pasar Potrojayan, plafon mushola mengalami ambrol akibat hujan deras dan angin kencang.

Ipung menjelaskan bahwa angin kencang membawa dedaunan ke atap mushola sehingga menyumbat saluran talang air. Akibatnya, air hujan dengan volume besar dan durasi lama meluap dan masuk ke bagian plafon.

"Karena tersumbat air hujan dengan volume yang cukup banyak dan durasi yang lama, membludak ke talang anak dan masuk ke atas plafon area musholla maupun kamar mandi," jelas Ipung.

Kerusakan di Pasar Sambilegi

Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Sambilegi, di mana air dari talang meluap ke area tlasaran di bawah saluran air. Hal ini menunjukkan bahwa cuaca ekstrem tidak hanya berdampak pada satu pasar saja, tetapi bisa terjadi di berbagai lokasi.

Tindakan yang Dilakukan

Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dan memerintahkan penanganan segera sejak Kamis (1/1/2026). Perbaikan meliputi pembersihan, perbaikan plafon, serta talang air mushola di Pasar Potrojayan. Selain itu, instalasi talang bermasalah di Pasar Sambilegi akan diganti dengan spesifikasi yang lebih memadai.

"Sudah saya minta untuk diperbaiki mulai hari Jumat ini. Saya juga sudah minta Tim Pengamanan Libur Natal dan Tahun Baru untuk terus melakukan pemantauan secara intens di pasar-pasar di bawah UPTD I, II, III dan IV," terang Mae Rusmi, Jumat (2/1/2026).

Langkah Antisipasi

Mae Rusmi menambahkan, hingga Jumat belum ada laporan pasar lain yang terdampak cuaca ekstrem. Meski demikian, langkah antisipasi tetap dilakukan.

"Tim kebersihan saya perintahkan untuk melakukan pengecekan talang-talang area pasar untuk mengantisipasi kejadian serupa terutama pasar yang berada di daerah Turi, Prambanan dan Balangan," pungkasnya.

Penanganan Berkelanjutan

Selain perbaikan fisik, Disperindag Sleman juga berkomitmen untuk terus memantau kondisi pasar-pasar lainnya. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa semua fasilitas pasar dapat beroperasi dengan baik meskipun menghadapi cuaca ekstrem.

Pemantauan intensif oleh tim pengamanan libur Natal dan Tahun Baru menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kelancaran aktivitas pasar. Dengan adanya tindakan cepat dan koordinasi yang baik, diharapkan kerusakan akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan