Hujan Lebat Guyur Padang Usai Doa Akhir Tahun di Masjid Raya

Hujan Lebat Guyur Padang Usai Doa Akhir Tahun di Masjid Raya

Suasana Pergantian Tahun di Kota Padang

Pada penghujung tahun 2025, suasana khidmat mengisi kawasan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi atau dikenal juga sebagai Masjid Raya Sumatera Barat. Pada malam Rabu (31/12/2025), warga Kota Padang mengikuti rangkaian doa dan zikir bersama yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting.

Hujan Guyur Saat Doa Bersama

Langit Kota Padang yang awalnya cerah perlahan berubah menjadi mendung hingga akhirnya tumpahan hujan membasahi bumi tepat setelah rangkaian doa bersama usai dilaksanakan. Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa hujan mulai turun sekitar pukul 22.00 WIB. Turunnya hujan ini memberi kesan sejuk di tengah momen spiritual warga yang tengah mengikuti agenda Tabligh Akbar Akhir Tahun 2025.

Kondisi cuaca yang cukup deras memaksa sejumlah pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan tersebut untuk menepi. Mereka tampak berkerumun mencari perlindungan di selasar dan area teduh di sekitar gerbang Masjid guna menghindari basah kuyup.

Aktivitas di Jalan Raya Tetap Padat

Meski hujan mengguyur, denyut aktivitas di jalan raya depan masjid tidak serta-merta surut. Arus lalu lintas justru terpantau sangat padat, didominasi oleh kendaraan roda empat yang merayap pelan menembus genangan air. Suasana semakin riuh dengan suara klakson kendaraan yang saling bersahutan. Bunyi nyaring tersebut terdengar kontras di tengah rintik hujan yang kian menderu, menciptakan potret khas keramaian ibu kota provinsi saat menyambut pergantian tahun.

Suasana khidmat mulai terasa sejak sebelum waktu Isya. Alunan zikir yang dipandu langsung oleh Imam Besar Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Rahimul Amin, menggema di seluruh penjuru masjid. Ia menjelaskan secara terperinci rangkaian zikir yang akan dibaca bersama, mengajak jemaah untuk masuk ke dalam ruang kontemplasi sebelum memasuki tahun yang baru.

Kapolda dan Sekda Hadiri Zikir

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi dan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan bahwa momentum pergantian tahun merupakan agenda penting untuk melakukan evaluasi kolektif atas apa yang telah dilalui provinsi ini sepanjang tahun 2025.

Dalam sambutannya, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menekankan bahwa pergantian tahun tidak boleh hanya dilihat sebagai sekadar perubahan angka di kalender. Menurutnya, momen ini harus menjadi titik balik untuk memperkuat ikhtiar lahir dan batin, terutama mengingat Sumatera Barat merupakan daerah yang kerap diuji oleh berbagai dinamika alam dan bencana.

"Pergantian tahun ini menjadi momen penting bagi kita untuk memperkuat ikhtiar. Apalagi sepanjang tahun ini, kita kembali diuji oleh berbagai bencana yang menguras energi dan air mata," ujarnya di hadapan ribuan jemaah yang hadir. Secara khusus, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyisipkan doa bagi para korban bencana yang terjadi sepanjang tahun 2025.

Suasana di Pantai Padang

Suasana Pantai Padang, Kota Padang, mulai dipadati masyarakat menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Rabu (31/12/2025) malam. Berdasarkan pantauan di lokasi, warga mulai berdatangan ke kawasan pantai sejak pukul 18.00 WIB. Mereka tampak datang bersama keluarga, termasuk anak-anak, untuk menikmati suasana sore hingga malam di sepanjang bibir pantai.

Namun, arus lalu lintas menuju kawasan Pantai Padang diberlakukan sistem satu arah oleh pihak kepolisian. Banyak Persimpangan Ditutup. Rekayasa lalu lintas dilakukan dari sepanjang Jalan Masjid Al-Hakim di Samudera hingga pintu keluar di Simpang Hotel Pangeran. Selain itu, sejumlah titik akses menuju pantai ditutup.

Penutupan dilakukan di hampir setiap simpang oleh personel lalu lintas Polda Sumbar yang dibantu Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta unsur Forkopimda Kota Padang. Sepanjang Jalan Samudera, suasana tampak semarak dengan deretan pedagang yang menjajarkan berbagai makanan dan minuman hingga mainan anak-anak.

Tidak Seramai Tahun Baru 2025

Meski demikian, salah seorang pedagang Pantai Padang, Indra Syafar, mengungkapkan bahwa keramaian malam ini belum seramai peringatan Tahun Baru 2025 lalu. “Kalau dibandingkan tahun lalu, ini jauh bedanya. Sekarang memang terasa lebih sepi,” ujar Indra saat ditemui di kawasan Pantai Padang. Ia menilai, minimnya keramaian dipengaruhi oleh tidak adanya perayaan Tahun Baru yang digelar Pemerintah Kota Padang maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Gubernur Ajak Doa dan Zikir Bersama di Masjid

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, sebelumnya mengimbau masyarakat agar menyambut malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan penuh kesederhanaan dan empati. Imbauan tersebut disampaikan mengingat Sumbar masih berada dalam suasana duka pascabencana banjir bandang yang melanda 16 kabupaten dan kota sekitar satu bulan lalu.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak hura-hura dan tidak ada kegiatan pesta kembang api,” kata Mahyeldi saat ditemui di Istana Gubernur Sumbar, Selasa (30/12/2025). Mahyeldi menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar telah mengeluarkan surat edaran resmi terkait imbauan tersebut. Sebagai gantinya, Pemprov Sumbar akan menggelar doa dan zikir bersama di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi pada malam pergantian tahun.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan