Hujan Tak Hentikan Antusiasme Penggalangan Dana Tahun Baru 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya

Hujan Tak Hentikan Antusiasme Penggalangan Dana Tahun Baru 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya

Perayaan Tahun Baru 2026 di Palangka Raya dengan Konser Amal dan Doa Bersama

Perayaan Tahun Baru 2026 di Bundaran Besar Palangka Raya berlangsung dengan penuh semangat meskipun cuaca tidak mendukung. Acara yang diberi nama “Kalteng Berdoa dan Konser Amal Untuk Bangsa” terus berjalan hingga pukul 23.00 WIB, meski hujan masih mengguyur kawasan tersebut.

Masyarakat tetap antusias menghadiri acara ini. Banyak warga datang silih berganti untuk mengikuti rangkaian kegiatan doa bersama dan konser amal. Mereka menggunakan payung atau jas hujan untuk melindungi diri dari hujan yang turun deras. Meski kondisi cuaca kurang ideal, semangat berbagi dan kepedulian sosial menjadi fokus utama dalam acara ini.

Pada panggung utama, layar LED menampilkan kode QR donasi QRIS secara berkala. Kode ini muncul di sela-sela pergantian penampilan, mengajak masyarakat untuk ikut berdonasi. Kode QR ini memungkinkan siapa pun memberikan bantuan dengan nominal apa pun, baik besar maupun kecil. Banyak pengunjung tampak memindai kode tersebut menggunakan ponsel mereka, bahkan saat hujan masih turun dan pertunjukan sedang berlangsung.

Pertunjukan seni dan musik berlangsung tanpa jeda. Para musisi dan seniman lokal maupun nasional tampil secara bergantian, menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan. Konser amal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat Kalimantan Tengah terhadap saudara-saudara mereka yang terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia.

Pemprov Kalteng Mengimbau Tidak Menyalakan Kembang Api

Sebelumnya, Plt Kepala Diskominfosantik Kalteng, Rangga Lesmana menjelaskan bahwa konsep perayaan malam pergantian tahun tidak termasuk pembakaran kembang api. Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional dan edaran yang berlaku.

“Memang kondisinya saat ini kan di mana-mana secara nasional pun mengimbau bahwa tidak ada kembang api yang dibakar pada hari itu,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api sebagai bentuk empati terhadap kondisi yang terjadi.

“Kemudian ya kita berempati dengan kondisi yang ada. Jadi bentuk empati dari Pemprov juga,” jelasnya.

Kegiatan Lain yang Dilakukan

Selain doa bersama dan konser, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penggalangan dana yang melibatkan mahasiswa dan dikemas sebagai konser amal. Tujuan dari penggalangan dana ini adalah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan.

“Jadi untuk penggalangan dana pada saat konser itu ya kita jadikan konser amal sekalian,” pungkasnya.

Kesimpulan

Perayaan Tahun Baru 2026 di Palangka Raya menunjukkan komitmen masyarakat untuk tetap bersemangat dan peduli terhadap sesama, meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Dengan adanya konser amal dan doa bersama, acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sebagai wadah untuk menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan masyarakat Kalimantan Tengah.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan