Penanganan Pascabencana Banjir di Aceh Tamiang
Pascabencana banjir yang melanda wilayah Aceh, khususnya Aceh Tamiang, berbagai langkah penanganan telah dilakukan untuk memulihkan kondisi masyarakat yang terdampak. Salah satu upaya utama adalah pembangunan hunian sementara (huntara) sebagai bentuk bantuan awal bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 600 unit huntara telah dibangun pada tahap awal ini, menandai dimulainya proses pemulihan.
Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menjelaskan bahwa pembangunan huntara merupakan partisipasi aktif negara melalui BUMN dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana. Ia menyampaikan harapan agar hunian yang dibangun dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan layak, serta mendukung proses pemulihan masyarakat.
“Kami ingin ikut berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang terkena bencana. Kami berharap hunian yang dibangun dapat menjadi tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat, sekaligus mendukung proses pemulihan mereka,” ujar Dony saat melakukan peninjauan lokasi.
Fokus pada Kualitas Lingkungan Hunian
Menurut Dony, pembangunan huntara tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga pada kualitas lingkungan hunian. Kawasan yang dibangun dirancang dengan fasilitas pendukung kehidupan sehari-hari, mulai dari fasilitas umum, tempat ibadah, hingga ruang bermain anak. Akses konektivitas juga menjadi perhatian utama agar warga tetap dapat beraktivitas dan berkomunikasi selama masa pemulihan.
Dony menambahkan bahwa 600 unit hunian tersebut merupakan tahap awal dari program yang lebih besar, dengan target pembangunan hingga 15.000 unit di berbagai wilayah terdampak. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi lain, sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan daerah.
“Kami akan menunggu arahan dari pemerintah daerah terkait lokasi-lokasi lain yang memang membutuhkan dan siap untuk dibangunkan,” katanya.
Dampak Banjir yang Melibatkan Banyak Wilayah
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan bahwa dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu dirasakan hampir di seluruh wilayah provinsi. Dari 18 kabupaten/kota terdampak, setidaknya tujuh daerah mengalami dampak paling parah, sehingga memerlukan penanganan cepat dan kolaboratif.
“Kami menyampaikan ribuan terimakasih. Progresnya sangat cepat. Kami melihat pekerjaan pembangunan nonstop 24 jam. Kami berharap pembangunan hunian sementara ini berjalan paralel dengan pemulihan yang sedang berjalan. Pemerintah daerah telah meminta agar lahan disiapkan, baik dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pihak lain yang memungkinkan, sehingga pembangunan bisa segera dilanjutkan,” ujar Fadhlullah.

Danantara bersama sejumlah entitas BUMN melakukan pembangunan huntara di Aceh Tamiang. - (istimewa)
Ia menekankan bahwa keberadaan huntara harus benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Selain unit hunian, kawasan tersebut diharapkan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, sehingga warga dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih layak selama masa transisi.
“Harapannya masyarakat yang menempati hunian ini merasa betah, aman, dan nyaman, sambil menunggu proses pemulihan berikutnya,” kata dia.
Kerusakan Besar di Aceh Tamiang
Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Armia Pahmi mengatakan skala kerusakan akibat bencana di wilayahnya tergolong sangat besar. Berdasarkan pendataan sementara, lebih dari 14.000 rumah terdampak, dengan sekitar 8.000 unit mengalami kerusakan berat.
“Untuk rumah yang rusak parah jumlahnya lebih kurang 8.000 unit. Total rumah terdampak bisa lebih dari 14.000. Karena itu, untuk rumah-rumah yang rusak berat kemungkinan besar akan dilakukan relokasi,” ujar Armia.
Ia juga menekankan pentingnya kelengkapan data dan persyaratan administrasi agar proses pembangunan dan bantuan dapat berjalan berkelanjutan serta menjangkau lebih banyak warga terdampak.
Kolaborasi BUMN dalam Pembangunan Huntara
Pembangunan huntara tahap awal ini dikerjakan secara kolaborasi oleh BUMN Karya, Himbara, PLN, Pertamina, Telkom dan didukung oleh kesiapan areal oleh PTPN Grup, percepatan penyediaan dan kesiapan areal oleh PTPN memungkinkan proses pengerjaan dilakukan lebih cepat.
Sejumlah entitas terlibat dalam penyediaan infrastruktur dasar, utilitas, dan layanan pendukung lainnya. Dengan begitu, kawasan hunian dapat segera difungsikan sebagai tempat tinggal sementara yang aman dan layak.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar