Ibadah Tahunan di GMIT Jemaat Kota Baru Berlangsung Khidmat

Ibadah Tahunan di GMIT Jemaat Kota Baru Berlangsung Khidmat

Ibadah Akhir Tahun GMIT Jemaat Kota Baru Berlangsung Khidmat

Gereja GMIT Jemaat Kota Baru menyelenggarakan Ibadah Akhir Tahun 2025 dengan dua sesi, yaitu pada pukul 16.00 Wita dan 19.00 Wita, pada Rabu (31/12/2025). Meskipun cuaca di Kota Kupang tidak bersahabat sejak pagi hari, hal ini tidak mengurangi antusiasme para jemaat untuk hadir dalam ibadah sebagai bentuk rasa syukur atas tahun 2025 yang telah berlalu.

Ibadah yang berlangsung selama dua jam ini dipimpin oleh tiga pendeta, yaitu Pdt. Dina W. Dethan – Penpada, M.Th, Pdt. Febi M.B. Messakh – Frans, S.Th, dan Pdt. Grace Lifens Pandie – Sjioen, S.Th. Selain itu, ibadah juga diiringi oleh lagu-lagu pujian yang dinyanyikan oleh para jemaat, baik melalui vokal grup maupun penyanyi solo.

Refleksi dan Harapan di Akhir Tahun

Pendeta Febi M.B. Messakh-Frans, S.Th, menyampaikan khotbah yang menyoroti posisi umat Kristen di ambang waktu, yaitu saat mereka menoleh ke belakang untuk melihat satu tahun yang telah dilewati. Dalam khotbahnya, ia menyebutkan bahwa tahun 2025 telah membawa berbagai peristiwa, mulai dari sukacita hingga kesedihan, keberhasilan hingga kegagalan, pertemuan hingga perpisahan.

"Kita berdiri di ambang waktu, melihat satu tahun yang telah berlalu dengan segala situasi dan musim hidup yang terjadi. Ada sukacita, ada air mata, ada keberhasilan, ada kegagalan, ada pertemuan, ada perpisahan, bahkan ada duka," ujarnya.

Dalam khotbah tersebut, ia juga menekankan bahwa di penghujung tahun 2025, umat Kristen harus mempersiapkan diri menuju tahun 2026, meski tidak ada kepastian tentang apa yang akan terjadi. "Tidak ada yang bisa kita kendalikan, termasuk kesehatan, waktu, usia, atau nafas hidup kita sendiri," tambahnya.

Ia meminta para jemaat untuk merenungkan makna kehidupan dan perjalanan hidup di tahun 2025. "Kesadaran akan keterbatasan waktu harus membuat kita lebih sungguh-sungguh dalam hidup, bukan untuk takut terhadap waktu," katanya.

Untuk memperkuat pesan tersebut, Pendeta Febi mengajak jemaat merenungkan ayat Mazmur 90 sebelum pukul 12.00. "Hidup ini singkat tapi tidak sia-sia. Tidak ada hidup yang sia-sia. Karena itu, jangan loyo dan jangan kalah ketika ada kerapuhan dalam hidup," ujarnya.

Moment Kebersamaan dan Pengingatan

Selain khotbah, suasana ibadah yang hangat juga disajikan melalui video singkat yang menampilkan perjalanan Gereja GMIT Kota Baru sepanjang tahun 2025. Di samping itu, para jemaat juga diajak untuk mengenang 25 jemaat yang telah meninggal dunia sepanjang tahun tersebut melalui kumpulan foto.

Momen Ibadah Akhir Tahun semakin khidmat dengan adanya ritual memadamkan lilin yang bertuliskan tahun 2025, kemudian menyalakan lilin baru dengan angka tahun 2026 sebagai simbol menyongsong tahun yang baru. Ritual ini diiringi oleh lagu "Kini Tiba Saatnya", menciptakan suasana haru dan penuh makna.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan