
Penyelidikan Kebakaran yang Menewaskan Tiga Anak di Kutai Kartanegara
Polisi sedang melakukan penyelidikan terhadap kebakaran yang menewaskan tiga anak di Desa Sungai Meriam, Kutai Kartanegara (Kukar). Korban berinisial AFA (6), AR (4), dan NCP (1) ditemukan meninggal dunia setelah terjebak di kamar mandi saat kebakaran hebat terjadi pada Kamis (11/12/2025) siang.
Menurut pengakuan ibu korban, ia tidak berada di rumah saat kejadian. Hal ini menjadi salah satu titik fokus dalam penyelidikan polisi. Dalam insiden tersebut, api melalap bangunan semi permanen yang berisi 15 pintu rumah sewaan, satu bangunan kontrakan, serta satu rumah pribadi.
Polisi mengatakan bahwa mereka masih menyelidiki kemungkinan adanya unsur pidana dalam kejadian ini. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri akan diterjunkan untuk melakukan identifikasi lebih lanjut. Kanit Reskrim Polsek Anggana, Ipda Supriyadi, menjelaskan bahwa pemeriksaan lebih mendalam dilakukan karena sejumlah keterangan awal masih perlu diverifikasi.
Kita masih menyelidiki terkait kronologis apakah ada dugaan tindak pidana atau tidak. Dari keterangan ibunya, pada saat kejadian ia tidak berada di rumah. Saya tidak tahu belanja apa atau bagaimana, yang jelas intinya dia tidak di rumah, ujarnya.
Supriyadi juga menyebut bahwa pihaknya belum dapat memastikan kondisi rumah dan akses pintu sebelum kebakaran terjadi. Kami masih menyelidiki apakah terkunci atau tidak. Untuk sementara ini kami belum bisa menyimpulkan apakah ada kompor meledak atau tidak, tambahnya.
Tim Labfor Mabes Polri telah dijadwalkan tiba untuk melakukan identifikasi teknis di lokasi kejadian. Hari ini tim Labfor dari Mabes datang dan akan mengidentifikasi persoalan ini, kata Supriyadi.
Koordinator Posko Damkar Anggana, Meiry Sulindra, menyebut bahwa laporan pertama diterima sekitar pukul 13.10 Wita. Empat unit mobil pemadam serta satu unit tangki relawan dikerahkan, namun upaya pemadaman sempat terhambat akibat minimnya sumber air dan padatnya kerumunan warga.
Korban ditemukan setelah api kami kendalikan. Mereka berada di area kamar mandi, ujar Meiry. Beberapa warga mengatakan api membesar dengan sangat cepat sehingga mereka tidak dapat mengevakuasi para korban.
Meskipun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, polisi menegaskan seluruh kemungkinan tetap terbuka hingga hasil identifikasi Labfor keluar. Kami harus pastikan penyebab pastinya. Semua masih kami telusuri, ujar Supriyadi.
Sementara itu, bantuan darurat bagi warga terdampak mulai disiapkan oleh pemerintah kecamatan. Pendataan kerusakan bangunan masih berlangsung.
Faktor-Faktor yang Diperiksa dalam Penyelidikan
- Polisi masih menyelidiki apakah ada unsur pidana dalam kejadian ini
- Tim Labfor Mabes Polri akan melakukan identifikasi teknis di lokasi kejadian
- Pihak kepolisian masih mencari informasi tentang kondisi rumah dan akses pintu sebelum kebakaran
- Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, namun semua kemungkinan tetap terbuka
- Bantuan darurat bagi warga terdampak sedang disiapkan oleh pemerintah kecamatan
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar