
Pemanggilan Darurat Nasional di Venezuela
Pemerintah Venezuela mengumumkan keadaan darurat nasional setelah mengalami serangan terhadap instalasi sipil dan militer di beberapa wilayah. Pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintahan Presiden Nicolas Maduro mengecam "agresi militer" yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Serangan tersebut terjadi pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, dan menurut laporan pemerintah, mencakup ibu kota Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Ledakan dan kepulan asap terdengar dari berbagai lokasi, termasuk dekat pangkalan militer utama Fortuna di Caracas.
Laporan dari Saksi Mata dan Media
Menurut rekaman video yang diperoleh oleh jurnalis Al Jazeera, bola api dan asap tebal keluar dari sebuah bangunan di dekat perairan Caracas. Lucia Newman, jurnalis Al Jazeera yang meliput dari Santiago, Chile, menyebutkan bahwa ledakan itu terjadi di dekat atau sekitar Fortuna. Ia juga melaporkan bahwa suara ledakan terdengar di seluruh area dan disusul dengan pemadaman listrik.
Sementara itu, Sisi De Flavis, seorang jurnalis lokal di Caracas, memberikan kesaksian tentang suara truk besar yang menabrak dan guncangan hebat di tanah. Ia menjelaskan bahwa langit mulai menyala dan muncul bola api oranye yang berpijar. Meskipun tidak ada ledakan lagi setelahnya, pesawat terbang masih terdengar di atas.
Reaksi Masyarakat dan Kekacauan
Kantor berita Associated Press (AP) melaporkan setidaknya tujuh ledakan dan pesawat terbang rendah yang terdengar di ibu kota. Gambar yang dirilis AP menunjukkan asap mengepul di bandara La Carlota setelah serangkaian ledakan. Orang-orang di berbagai lingkungan bergegas ke jalan, beberapa terlihat dari kejauhan dari berbagai daerah di Caracas.
Carmen Hidalgo, seorang pekerja kantor berusia 21 tahun, menggambarkan pengalamannya sebagai mengerikan. Ia mengatakan bahwa seluruh tanah bergetar dan ia mendengar ledakan serta pesawat di kejauhan. Ia dan dua kerabatnya pulang dari pesta ulang tahun sambil berjalan cepat, merasa seperti udara menerpa mereka.
Ketegangan dengan Amerika Serikat
Serangan ini terjadi setelah berbulan-bulan ketegangan antara Venezuela dan Amerika Serikat. AS menuduh Presiden Maduro terlibat dalam perdagangan narkoba, yang dibantah oleh pihak Venezuela. Awal pekan ini, Trump mengungkapkan serangan terhadap area dermaga kapal-kapal narkoba Venezuela, yang merupakan serangan pertama yang diketahui di wilayah Venezuela dalam kampanye AS.
Presiden AS telah berulang kali mengancam serangan darat terhadap kartel narkoba di wilayah Amerika Latin, termasuk Venezuela. Ia mengklaim tanpa bukti bahwa Maduro memimpin organisasi perdagangan narkoba yang bertujuan untuk menggoyahkan AS dengan membanjirinya dengan narkoba.
Pernyataan Maduro dan Tindakan Politik
Pada Kamis, Maduro mengindikasikan bahwa ia terbuka untuk menegosiasikan kesepakatan dengan AS untuk memerangi perdagangan narkoba. Sejak September, AS telah melakukan lebih dari 20 serangan udara di laut dekat Venezuela, semakin meningkatkan tekanan militer terhadap Caracas.
Dalam wawancara, Maduro juga menyatakan bahwa AS berusaha menggulingkan pemerintahannya dan mendapatkan akses ke cadangan minyak Venezuela melalui sanksi dan tekanan militer. Ketika ditanya apakah ia mengonfirmasi atau membantah serangan AS, Maduro menjawab bahwa hal itu akan dibahas dalam beberapa hari ke depan.
Maduro menggambarkan pendekatan pemerintahan Trump sebagai upaya AS untuk "memaksakan diri" pada Venezuela melalui "ancaman, intimidasi, dan kekerasan".
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar