Icip-icip bingka dolu, kudapan favorit Sultan Bima yang masih eksis hingga kini

Icip-icip bingka dolu, kudapan favorit Sultan Bima yang masih eksis hingga kini
Ringkasan Berita:
  • Bingka Dolu, kue tradisional lembut dengan manis legit gula merah dan gurih santan, beraroma pandan-suji khas.
  • Dahulu hidangan ini eksklusif kerajaan, kini tetap menjadi simbol identitas dan sejarah masyarakat Bima.

nurulamin.proJika Anda berkunjung ke ujung timur Pulau Sumbawa, tepatnya di Tanah Bima (Dana Mbojo), pastikan lidah Anda mencicipi Bingka Dolu.

Bukan sekadar kue basah biasa, Bingka Dolu adalah sebuah mahakarya kuliner yang membawa kita melintasi waktu menuju kemegahan istana masa lalu.

Sebuah kudapan dengan tekstur yang begitu lembut, hampir menyerupai puding namun tetap kokoh saat digenggam.

Begitu menyentuh lidah, sensasi manis legit dari gula merah langsung menyapa, disusul dengan gurihnya santan kelapa yang kental.

Keunikan utamanya terletak pada aroma yang menenangkan. Perpaduan air perasan daun pandan dan suji tidak hanya memberikan warna hijau alami yang cantik, tetapi juga menyebarkan wangi harum yang menggoda selera sejak kue ini masih berada di atas panggangan.

Dahulu kala, Bingka Dolu bukanlah camilan sembarangan. Ia adalah hidangan eksklusif yang menghiasi meja perjamuan para Sultan Bima. Kehadirannya menjadi simbol penghormatan bagi tamu-tamu agung kerajaan.

Hingga hari ini, marwah Bingka Dolu tetap terjaga. Ia masih menjadi sajian wajib dalam momen-momen sakral, mulai dari upacara adat, pengukuhan Jena Teke, hingga gelaran megah Festival Keraton Nusantara.

Bagi masyarakat Bima, menikmati sepotong Bingka Dolu adalah cara mereka merayakan identitas dan sejarah yang panjang.

Tak perlu menunggu undangan kerajaan untuk mencicipinya. Anda bisa menghadirkan kehangatan tradisi Bima ini di rumah dengan resep berikut.

Bahan Utama

500 gram tepung terigu berkualitas

8 butir telur (untuk kelembutan maksimal)

400 gram gula pasir

5 gelas santan kental (kunci rasa gurih)

1 gelas air perasan pandan dan daun suji

½ sdt garam

Minyak atau mentega (untuk olesan)

Langkah Memasak

  1. Campur telur dan gula, kocok hingga mengembang dan berbuih halus sampai gula benar-benar menyatu.
  2. Tuangkan santan, garam, dan air pandan-suji ke dalam adonan telur. Aduk perlahan hingga warnanya merata cantik.
  3. Masukkan tepung terigu secara bertahap. Pastikan Anda mengaduknya dengan sabar agar tidak ada gumpalan, hingga tercipta tekstur adonan yang halus.
  4. Panaskan cetakan (Anda bisa menggunakan cetakan kue lumpur atau takoyaki), jangan lupa olesi sedikit minyak atau mentega.
  5. Tuang adonan hingga hampir penuh, tutup, dan biarkan aroma harum memenuhi dapur Anda.
  6. Setelah matang sempurna, angkat perlahan dan nikmati selagi hangat bersama secangkir teh atau kopi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan