IDAI Umumkan Wilayah Terparah di Sumut, Sumbar, Aceh: Jalan Terputus, Listrik Padam, dan Kurang Air


Kondisi Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh

Beberapa wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh mengalami dampak terparah akibat banjir dan longsor yang terjadi sejak akhir November 2025. Kondisi ini menyebabkan isolasi berbagai daerah, dengan akses jalan, listrik, dan komunikasi terganggu. Selain itu, kebutuhan air bersih dan logistik untuk warga, termasuk anak-anak yang menjadi kelompok rentan, juga sangat terbatas.

Daerah Terparah dan Terisolasi

Sumatera Barat
Wilayah seperti Padang, Solok, Padang Pariaman, Agam (terutama Palembayan dan Lubuk Basung), serta Pasaman Barat menjadi daerah dengan dampak paling berat. Jalan rusak, jembatan terputus, dan padamnya listrik menyulitkan evakuasi serta distribusi logistik.

Sumatera Utara
Beberapa kota seperti Sibolga, Tapanuli Tengah, Pandan, Sipirok, Binjai, Langkat, dan Medan mengalami kerusakan terparah. Banyak jalur transportasi lumpuh, sementara laporan menunjukkan puluhan korban jiwa dan ratusan warga terdampak.

Aceh
Fokus utama adalah Pidie Jaya dan Aceh Utara–Lhokseumawe, di mana akses ke sejumlah kecamatan terputus. Beberapa fasilitas kesehatan mengalami keterbatasan operasional dan membutuhkan dukungan tenaga medis.

Gambaran Dampak Bencana

Di Sumatera Barat, tercatat 148 korban meninggal, termasuk empat anak-anak, dan 105 orang masih hilang. Di Sumatera Utara, laporan menunjukkan puluhan korban jiwa dan ratusan terdampak di berbagai kabupaten/kota. Di Aceh, akses terhambat dan layanan kesehatan terganggu, terutama di Pidie Jaya.

Banyak wilayah menghadapi masalah seperti padam listrik, sinyal komunikasi terputus, minim air bersih, serta terbatasnya pakaian layak pakai dan obat-obatan.

Layanan Kesehatan Anak

IDAI turun tangan dengan mengirimkan tim dokter spesialis anak untuk memberikan layanan kesehatan, pengobatan gratis, serta dukungan psikososial di berbagai lokasi terdampak.

Sumatera Utara
Pemeriksaan ratusan anak dilakukan di Binjai, Langkat, dan Medan Barat. Keluhan terbanyak meliputi ISPA, diare, dan infeksi kulit.

Sumatera Barat
Skrining tumbuh kembang dilakukan di Padang, serta layanan pengobatan di Padang dan Pariaman.

Aceh
Penguatan layanan RSUD Pidie Jaya, mobile clinic, dan pelayanan kesehatan di posko pengungsian dilakukan.

Bantuan Lain

IDAI juga melakukan berbagai bantuan seperti: * Distribusi air bersih, makanan siap santap, pakaian, selimut, dan perlengkapan kebersihan. * Bantuan nutrisi balita di Sumatera Barat bekerja sama dengan AIMI. * Trauma healing untuk anak-anak di berbagai posko. * Dukungan psikologi anak untuk pemulihan pendidikan.

Kendala di Lapangan

IDAI memetakan beberapa kebutuhan mendesak yang membutuhkan perhatian: * Kekurangan obat-obatan anak, terutama untuk ISPA, diare, dermatitis, dan antibiotik. * Logistik terbatas: air minum, makanan pokok, bahan bakar, hingga pakaian layak. * Akses sulit ditembus karena jalan rusak dan jembatan putus. * Kebutuhan tenaga kesehatan tambahan di posko. * Risiko tinggi penyakit menular seperti diare, ISPA, dan infeksi kulit.


Dengan kondisi yang semakin mendesak, IDAI terus berupaya memastikan bantuan kesehatan tepat sasaran. Kolaborasi dengan berbagai pihak seperti BNPB, dinas kesehatan, TNI/Polri, dan relawan menjadi kunci dalam upaya penanganan bencana ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan