Ringkasan Berita:
- Identitas mayat yang ditemukan mengapung di Sungai Musi, Desa Tertik, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang, akhirnya terungkap.
- Jenazah dipastikan merupakan Nini, warga Curup Tengah, Bengkulu.
- Kepastian tersebut diperoleh setelah pihak keluarga datang ke RSUD Kepahiang
- Keluarga mengenali ciri-ciri fisik serta perhiasan korban.
- Sebelumnya, mayat ditemukan warga dalam kondisi mengapung di Sungai Musi.
Laporan Reporter nurulamin.pro, Romi Juniandra
nurulamin.pro, KEPAHIANG -Identitas mayat yang ditemukan mengapung di aliran Sungai Musi, Desa Tertik, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang, akhirnya terungkap.
Kalaksa BPBD Kepahiang, Hendra memastikan bahwa mayat tersebut merupakan Nini, warga Curup Tengah, Bengkulu.
"Hal ini dipastikan usai pihak keluarga datang ke RSUD Kepahiang, dan memastikan ciri-ciri serta perhiasan korban," katanya kepada nurulamin.pro, Minggu (11/1/2026).
Sebelumnya diberitakan, warga Desa Tertik, Tebat Karai, Kepahiang, melaporkan penemuan mayat yang mengapung di aliran Sungai Musi, Minggu (11/1/2026) siang.
Kalaksa BPBD Kepahiang, Hendra membenarkan adanya penemuan mayat ini.
Mayat tersebut ditemukan warga mengapung diantara kayu dan batang pohon, dengan tubuh menghadap dasar sungai.
Saat ini, Hendra mengatakan tim BPBD sudah diturunkan untuk mengevakuasi mayat dari titik penemuan.
"Sedang dijemput tim, ke lokasi," kata Hendra kepada nurulamin.pro, Minggu (11/1/2026).
Mengenai dugaan korban merupakan Nini, warga Rejang Lebong yang hanyut pada Jumat (9/1/2026) lalu, Hendra belum bisa memastikan.
Dia mengatakan prioritas utama adalah evakuasi mayat tersebut, untuk kemudian bisa dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Hanya saja, memang tidak ada laporan adanya warga Kepahiang yang hanyut di Sungai Musi dalam beberapa hari terakhir.
Sementara, Kapolres Kepahiang, AKBP M Faisal Pratama melalui Kapolsek Tebat Karai, Iptu Pipin Nurkholis juga membenarkan penemuan mayat ini.
Personel kepolisian dikatakan sudah ada di TKP, dan akan melakukan proses evakuasi.
"Identitasnya, belum diketahui. Petugas di lapangan masih bekerja," ungkap Iptu Pipin.
Nini Hanyut
Sebelumnya diberitakan, seorang anak perempuan berusia 8 tahun bernama Nini, warga Perumahan BTN Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, hanyut terbawa arus saluran air atau siring pada Jumat (9/1/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban pulang ke rumah bersama saudari kembarnya.
Hingga saat ini, proses pencarian korban masih terus dilakukan.
Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP M. Hasan Basri, menjelaskan kejadian bermula sekitar pukul 12.30 WIB.
Saat itu, korban bersama saudari kembarnya, Nana (8), berjalan kaki pulang dari rumah temannya menuju rumah.
Dalam perjalanan, keduanya melintas di sekitar siring atau saluran air yang berada di lingkungan perumahan warga.
Kondisi siring saat itu dialiri air dengan arus yang sangat deras akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah Rejang Lebong sejak beberapa hari terakhir.
“Ketika melintas di dekat siring, korban diduga terpeleset dan terjatuh ke dalam saluran air irigasi milik warga," jelas Hasan.
Korban yang terjatuh tidak sempat menyelamatkan diri. Derasnya aliran air langsung menyeret tubuh korban menjauh dari lokasi awal kejadian.
Sementara itu, saudari kembar korban tidak dapat memberikan pertolongan karena kondisi arus yang berbahaya.
Melihat kejadian tersebut, saksi di sekitar lokasi langsung berteriak meminta pertolongan warga.
Salah satu saksi segera memberitahukan kejadian itu kepada orang tua korban.
Warga bersama keluarga korban sempat melakukan pencarian awal di sekitar lokasi kejadian dengan menyusuri aliran irigasi.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil, sehingga kejadian itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya.
“Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk proses pencarian,” tambahnya.
Hingga saat ini, pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan menyusuri aliran air dan sungai yang terhubung dari lokasi awal korban hanyut.
Proses pencarian terus diperluas dengan harapan korban bisa segera ditemukan.
"Pencarian masih terus dilakukan, sampai sekarang belum ditemukan, doakan semoga segera ketemu," tutupnya.
Gabung grup Facebook nurulamin.prountuk informasi terkini
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar