IHSG Naik 22,10 Persen, Perdagangan 2025 Berakhir di 8.644


nurulamin.pro.CO.ID, JAKARTA—Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2025 resmi ditutup dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebesar 22,10 persen dan berakhir di level 8.644,26. Penguatan indeks tersebut membawa kapitalisasi pasar mencapai rekor tertinggi hingga Rp 16.000 triliun.

Penutupan perdagangan dilakukan pada Selasa (30/12/2025) oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi. OJK menilai kinerja pasar tetap stabil meskipun menghadapi tekanan baik dari dalam maupun luar negeri.

“Pasar Modal Indonesia menunjukkan resiliensi dan daya saing yang semakin kuat. Berbagai tantangan telah menguji ketangguhan dan ketahanan kita dalam mendorong pertumbuhan pasar modal yang berkelanjutan dan memperkuat pondasi Pasar Modal Indonesia ke depan,” ujar Inarno.

Selama tahun 2025, pergerakan IHSG juga mencatat rekor all time high sebanyak 24 kali. Sementara itu, kapitalisasi pasar mencapai angka tertinggi yaitu melebihi Rp 16.000 triliun. Aktivitas perdagangan meningkat secara signifikan dengan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp 18,06 triliun.

Dari sisi partisipasi, jumlah investor pasar modal mengalami peningkatan yang sangat pesat. Total investor tumbuh sebesar 36,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 20,3 juta investor. Rata-rata lebih dari 901 ribu investor aktif bertransaksi setiap bulannya.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman menyebut bahwa tahun 2025 menjadi periode uji ketahanan pasar. “Tahun 2025 menjadi tahun pembuktian ketahanan dan kesiapan pasar modal Indonesia. Meskipun di tengah tekanan domestik dan global yang tinggi, pasar mampu menjaga stabilitas, bangkit kembali, dan menorehkan capaian kinerja yang solid,” kata Iman.

Dari sisi penghimpunan dana, pasar modal mencatat realisasi sebesar Rp 268,14 triliun sepanjang tahun 2025. Untuk penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), BEI berhasil membukukan 26 emiten baru dengan dana yang terkumpul sebesar Rp 18,1 triliun. Enam di antaranya merupakan lighthouse IPO.

OJK juga menegaskan penguatan integritas pasar pada momentum penutupan perdagangan. Sepanjang tahun 2025, OJK melakukan 219 pemeriksaan teknis dan 155 pemeriksaan khusus, serta menjatuhkan sanksi administratif dengan total denda sebesar Rp 123,3 miliar.

Menjelang tahun 2026, BEI dan OJK menargetkan pertumbuhan investor baru serta pendalaman pasar guna menjaga momentum penguatan pasar modal nasional. Dengan berbagai pencapaian yang diraih pada tahun ini, pasar modal Indonesia menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang dan memperkuat posisinya di kancah regional maupun internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan